Dark/Light Mode

Bali, NTB, Dan NTT Dorong Integrasi Pembangunan Kawasan Selatan

Senin, 3 November 2025 14:56 WIB
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena berkomitmen memperkuat hubungan antar-tiga provinsi. Foto: Dok Pemprov NTB
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena berkomitmen memperkuat hubungan antar-tiga provinsi. Foto: Dok Pemprov NTB

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) berkomitmen memperkuat potensi kawasan regional melalui kerja sama lintas provinsi.

Para kepala daerah dari tiga provinsi tersebut menggelar kick-off meeting Kerja Sama Regional Bali, NTB, dan NTT (KRBNN).

“Kerja sama ini bertujuan memperkuat potensi masing-masing daerah dan membangun kolaborasi yang saling menguntungkan,” ujar Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Senin (3/11/2025).

Iqbal menjelaskan, kegiatan ini menjadi langkah awal penyusunan kerja sama lintas provinsi guna memperkuat pembangunan dan integrasi kawasan selatan Indonesia.

“Potensi antarprovinsi ini tidak saling melemahkan, justru saling menguatkan. Salah satu hal penting dalam kerja sama ini adalah sharing of best practices, karena setiap provinsi memiliki kebijakan baik yang bisa saling kita adopsi,” katanya.

Lebih lanjut, Iqbal menyebut, kerja sama tersebut akan diarahkan pada integrasi di beberapa sektor strategis, seperti pariwisata, energi, serta transportasi darat, laut, dan udara, termasuk 10 aspek kerja sama lainnya.

Baca juga : AMTI Dorong Pemerintah Perkuat Tata Niaga dan Pengawasan Industri Tekstil

“Ada beberapa aspek yang sudah siap untuk diintegrasikan, yaitu pariwisata, energi, dan perhubungan,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster menjelaskan bahwa hasil kick-off meeting ini akan menjadi dasar penyusunan dokumen Memorandum of Understanding (MoU) antara tiga provinsi tersebut.

“Dokumen itu akan dirumuskan menjadi MoU yang rencananya akan ditandatangani di NTB pada 25 November mendatang,” ujar Koster.

Ia menambahkan, penyusunan MoU dan perjanjian kerja sama akan dipimpin oleh Gubernur NTB dengan pendampingan dari Kepala Bappeda Bali, NTB, dan NTT, serta sejumlah kepala dinas terkait.

“Selanjutnya, penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) akan dilaksanakan di NTT pada 22 Desember nanti,” jelasnya.

Koster menegaskan, semangat kerja sama ini bukan sekadar mengenang hubungan historis antardaerah, melainkan memperkuat kolaborasi strategis untuk menjawab tantangan pembangunan masa kini dan masa depan.

Baca juga : Kaza Mall Hadirkan Tenant Baru, Lengkapi Pilihan Fashion Kawasan Komersial PPRO

“Ikatan kami sangat kuat. Ini bukan soal nostalgia, tetapi upaya untuk melihat sejarah, kondisi saat ini, dan kebutuhan masa depan agar kita bisa bersinergi dan berkolaborasi, Bali, NTB, dan NTT,” ujarnya.

“Pertemuan tadi sangat produktif dan positif. Kami akan fokus memperkuat kerja sama dengan dua provinsi ini ke depan,” tambahnya.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menilai KRBNN sebagai bentuk kontribusi wilayah selatan Indonesia terhadap pembangunan nasional, terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, sejalan dengan arah RPJMN 2025–2029.

“Kami di wilayah selatan Republik ini berharap kerja sama ini dapat memperkuat posisi NTT, NTB, dan Bali, baik secara individu maupun sebagai satu kawasan,” kata Melkiades.

Ia menambahkan, kerja sama ini juga merupakan bagian dari arahan Pemerintah pusat agar tiga daerah tersebut menjadi penopang utama sektor pariwisata dan ekonomi kreatif nasional.

“Total kontribusi tiga daerah ini terhadap ekonomi nasional mencapai 2,8 persen, dan akan terus kami tingkatkan, baik di sektor pariwisata, ekonomi kreatif, maupun sektor lainnya,” ujarnya.

Baca juga : OJK Tegaskan Komitmen Dukung Pengembangan & Implementasi Keuangan Berkelanjutan

Melkiades juga mengajak masyarakat dan diaspora dari ketiga provinsi untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan kawasan selatan Indonesia.

“Kami ingin mengajak warga dan diaspora NTB, NTT, serta Bali untuk bersama-sama berkontribusi membangun kawasan ini,” tambahnya.

Adapun sepuluh bidang yang akan dikolaborasikan dalam KRBNN meliputi: Sosial, kebencanaan, pariwisata, ketenteraman dan ketertiban, pertanian dan ketahanan pangan, komunikasi dan informatika, perindustrian dan perdagangan, perhubungan, kelautan dan perikanan, serta penanaman modal.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.