Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PalmCo Gandeng USU, Dorong Digitalisasi Perkebunan Nasional
Rabu, 29 Oktober 2025 17:41 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PTPN IV PalmCo menjalin kerja sama bareng Fakultas Vokasi Universitas Sumatera Utara untuk mempercepat digitalisasi sektor perkebunan. Kolaborasi ini memperkuat riset dan pengembangan sumber daya manusia berbasis teknologi.
Subholding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo resmi menggandeng Fakultas Vokasi Universitas Sumatera Utara (USU) untuk memperkuat riset terapan dan pelatihan di bidang digitalisasi perkebunan. Langkah PalmCo ini menunjukkan upaya modernisasi industri perkebunan yang terus bergerak ke arah baru.
Kolaborasi ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) di Kampus USU, Medan, pekan lalu. Melalui kerja sama tersebut diharapkan menjadi fondasi penting dalam memperkuat tata kelola perkebunan modern yang berbasis data dan berkelanjutan.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa menerangkan, transformasi digital selain mempercepat proses bisnis, juga memperkuat strategi pengelolaan risiko dan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Perkebunan bukan hanya tentang tanaman atau tanah, tetapi tentang manusia dan seluruh sumber daya yang dikelola di dalamnya. Tujuan akhirnya memberi manfaat sebesar-besarnya bagi banyak pihak,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulis, Rabu (29/10/2025).
Baca juga : Industri Agro Penggerak Utama Pertumbuhan Ekonomi Nasional
PalmCo saat ini mengelola lebih dari 600.000 hektare areal perkebunan dengan sekitar 70.000 karyawan di berbagai wilayah Nusantara. Menurut Jatmiko, skala besar ini menuntut sistem kendali berbasis data untuk menekan dua risiko utama, yakni risiko operasional dan risiko investasi.
Melalui penerapan teknologi digital, PalmCo memperluas kendali bisnis secara efektif dan efisien. Salah satu inovasi andalan adalah PalmCo Business Cockpit (PBC), sistem informasi terintegrasi yang menampilkan data operasional dan finansial secara real time.
Operator PBC berasal dari unit kebun dan pabrik yang bertugas secara bergilir. Sistem rotasi ini mendorong pemerataan kemampuan analisis digital di seluruh lini kerja PalmCo.
Selain itu, PalmCo mengembangkan beberapa platform digital lain seperti Agroview untuk pemantauan aset dan kondisi kebun jarak jauh, D-Farm untuk pencatatan aktivitas harian di lapangan, serta Intank yang memantau volume dan kualitas persediaan secara langsung.
“Teknologi seperti pemetaan geospasial, Internet of Things (IoT), dan kecerdasan buatan (AI) kami manfaatkan untuk meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menekan potensi kehilangan hasil,” jelas Jatmiko.
Baca juga : Pramono dan Menkes Budi Bahas Pembangunan RS Internasional Di Eks Sumber Waras
Ia menegaskan, digitalisasi di PalmCo bukan sekadar otomasi proses kerja, tetapi bagian dari strategi tata kelola perusahaan yang transparan, efisien, dan terukur.
Sementara itu, Dekan Fakultas Vokasi USU, Prof. Isfenti Sadalia menilai kerja sama dengan PalmCo menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri.
“Kolaborasi ini menjadi jembatan penting antara kampus dan industri. Mahasiswa kami akan belajar langsung dari praktik terbaik digitalisasi di sektor perkebunan,” ujar Isfenti.
Menurutnya, keterlibatan industri dalam pendidikan vokasi memperkaya proses pembelajaran dan memperkuat kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja yang kian terdigitalisasi.
Kerja sama riset dan pelatihan ini juga akan memperluas akses mahasiswa untuk magang, penelitian terapan, serta sertifikasi kompetensi digital yang diakui industri.
Baca juga : PLN EPI dan JERA Jepang Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Langkah ini menunjukkan arah baru bagi sektor perkebunan nasional. Digitalisasi kini tidak lagi dianggap sekadar alat bantu, melainkan fondasi utama dalam membangun tata kelola modern yang efisien dan berkelanjutan.
PalmCo menjadi salah satu motor utama transformasi digital di lingkungan Holding Perkebunan Nusantara (PTPN III (Persero)). Pendekatan berbasis data dan peningkatan kompetensi SDM menjadi poros utama perubahan di tubuh perusahaan.
“Kami ingin memastikan setiap investasi, inovasi, dan proses bisnis di PalmCo memberikan dampak optimal bagi perusahaan, karyawan, dan masyarakat,” kata Jatmiko.
PalmCo dan USU berharap sinergi ini dapat menjadi model kemitraan kampus-industri di sektor perkebunan. Tujuannya menciptakan sistem pengelolaan yang lebih efisien, inklusif, dan tangguh di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Kolaborasi ini bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang bagaimana manusia dan data bekerja bersama untuk membangun masa depan perkebunan Indonesia yang lebih cerdas dan berdaya saing.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya