Dark/Light Mode

Hadapi Pasar Global

ASEAN DSE 2025 Dorong Generasi Muda Kuasai Keterampilan Berbasis Data

Kamis, 30 Oktober 2025 15:55 WIB
Foto: ASEAN Foundation.
Foto: ASEAN Foundation.

RM.id  Rakyat Merdeka - ASEAN Foundation bekerja sama dengan SAP sukses menyelenggarakan ASEAN Data Science Explorers (ASEAN DSE) 2025 Regional Finals ke-9 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Sebanyak 22 siswa dari berbagai institusi pendidikan menengah dan tinggi di 10 negara ASEAN mempresentasikan proposal berbasis data serta solusi inovatif untuk mengatasi masalah sosial ekonomi di negara masing-masing.

Dengan memanfaatkan SAP Analytics Cloud, para peserta menunjukkan kemampuan mereka dalam mengolah data sekaligus mengembangkan aplikasi seluler yang berdampak untuk menjawab isu-isu sosial ekonomi utama di kawasan ASEAN.

Solusi yang dikembangkan juga berkontribusi terhadap enam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu “Tanpa Kelaparan” (TPB 2), “Kehidupan Sehat dan Sejahtera” (TPB 3), “Air Bersih dan Sanitasi Layak” (TPB 6), “Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan” (TPB 11), “Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab” (TPB 12), serta “Penanganan Perubahan Iklim” (TPB 13).

Tim DataMinions dari Laos berhasil menjadi Juara Regional ASEAN DSE 2025 berkat inovasi Namjai Smart Water Tank, sebuah tangki air cerdas yang mampu memfiltrasi dan mendeteksi zat berbahaya dalam air sekaligus memberikan peringatan kepada rumah tangga, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan otoritas terkait.

Inovasi ini menjawab isu air bersih di kawasan ASEAN, khususnya di Laos, Kamboja, dan Filipina. Adapun Team Mamamamoodeng dari Thailand dan Team MyKXLab dari Malaysia meraih posisi kedua dan ketiga.

Baca juga : Pasar Malem Narasi 2025, Bank Jakarta Hadirkan Transaksi Non-Tunai Kreatif dan Inklusif

“Kami sangat bersyukur menjadi pemenang regional ASEAN DSE 2025. Melihat proyek para finalis lain sungguh menginspirasi dan memotivasi kami untuk terus mengembangkan inisiatif ini demi memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat ASEAN,” ujar Palinya Sengdalavong (Singapore University of Technology and Design) dan Kounlasatty Manivong (Singapore Management University) dari Tim DataMinions.

Sementara itu, Tim TropiCrew dari Indonesia yang terdiri dari Kenneth Kurniawan dan Ilham Iswardhana mempresentasikan dua proyek unggulan, yaitu NutriSense dan N.E.X.U.S, untuk mengatasi isu stunting anak di kawasan ASEAN.

NutriSense adalah aplikasi seluler berbasis kesehatan yang membantu keluarga memantau perkembangan anak dengan terhubung langsung ke layanan perawatan dan nutrisi.

N.E.X.U.S (Nutritional & Emergency eXpress Unmanned Supply) merupakan jaringan pengiriman cerdas yang memungkinkan pengguna memenuhi kebutuhan gizi harian secara cepat dan efisien.

“Inisiatif ini mendukung dua TPB, yaitu ‘Tanpa Kelaparan’ dan ‘Kehidupan Sehat dan Sejahtera’. Kami berharap inovasi ini dapat mempercepat pencegahan stunting di kawasan ASEAN,” ujar Kenneth dan Ilham, mahasiswa Binus University International.

Keterampilan berbasis data menjadi kebutuhan penting bagi tenaga kerja masa depan. Menurut laporan MarketsandMarkets (2022), pasar global ilmu data diperkirakan tumbuh dari USD 95,3 miliar pada 2021 menjadi USD 322,9 miliar pada 2026. Namun, studi ASEAN Foundation dan Google (2022) mengungkapkan bahwa 72,2 persen dari 1.080 anak muda kurang terjangkau di ASEAN masih memiliki keterampilan digital rendah.

Baca juga : Bank Jakarta Hadir di Pasar Malem Narasi 2025, Dorong Transaksi Non-Tunai

Melalui ASEAN DSE, kesenjangan ini dijembatani dengan pelatihan analisis data agar generasi muda tetap kompetitif di pasar kerja yang berkembang pesat.

Acara ASEAN DSE 2025 Regional Finals turut didukung Kementerian Pendidikan Malaysia sebagai mitra utama dalam rangkaian ASEAN Chairmanship 2025 yang digelar pada 26–28 Oktober 2025.

Dukungan ini menegaskan pentingnya literasi digital dan kesiapan generasi muda untuk pembangunan berkelanjutan di kawasan.

“Program ASEAN DSE adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi antarnegara dapat mendorong inovasi sekaligus membangun kemampuan generasi muda yang sangat dibutuhkan di masa depan,” ujar Ybhg. Dr. Mohd. Azam Ahmad, Direktur Jenderal Kementerian Pendidikan Malaysia.

Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, Dr. Piti Srisangnam, menambahkan, ASEAN DSE menjadi inisiatif utama dalam membina talenta muda di kawasan ASEAN.

"Dengan membekali mereka keterampilan digital dan analitik data, kami memberdayakan mereka untuk berpikir kritis dan berinovasi dalam memecahkan masalah dunia nyata," ucapnya.

Baca juga : Jakarta Gaspol Jadi Kota Global, Dorong Pertumbuhan Sektor Kreatif dan Wisata

Sementara itu, Liher Urbizu, President and Managing Director SAP Southeast Asia, menyatakan, kolaborasi SAP dengan ASEAN Foundation menegaskan komitmen mereka untuk memberdayakan generasi muda ASEAN agar siap menghadapi dunia berbasis data.

Sejak diluncurkan pada 2017, program ASEAN DSE telah memberdayakan lebih dari 111.000 pemuda berusia 15–30 tahun di kawasan ASEAN, termasuk mereka dari komunitas kurang terjangkau.

Program ini juga melibatkan lebih dari 3.300 tenaga pendidik, dengan lebih dari 55 persen penerima manfaat adalah perempuan.

Inisiatif ini sejalan dengan Rencana Kerja Pemuda ASEAN 2021–2025, Rencana Kerja Pendidikan ASEAN 2021–2025, serta ASEAN Digital Masterplan 2025, yang semuanya berfokus pada pembangunan ekonomi digital dan pertumbuhan berkelanjutan di kawasan ASEAN.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.