Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan, Gubernur Riau Abdul Wahid sempat tidak diketahui keberadaannya saat operasi tangkap tangan (OTT) berlangsung. Petugas KPK akhirnya menemukan dan menangkapnya di sebuah kafe bersama seorang tenaga ahlinya, Tata Maulana.
"Terhadap saudara AW (Abdul Wahid) yang merupakan kepala daerah atau gubernur, tim sempat melakukan pencarian dan pengejaran, yang kemudian diamankan di salah satu kafe yang berlokasi di Riau. Termasuk terhadap saudara TM," kata Budi kepada wartawan di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Selasa (4/11/2025) malam
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan, petugas KPK mengamankan sembilan orang dari operasi senyap di Riau.
Baca juga : OTT Riau, Orang Kepercayaan Gubernur Riau Abdul Wahid Tiba Di KPK
Selain Abdul Wahid dan Tata, KPK mengamankan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR PKPP) Provinsi Riau Arif Setiawan; dan Sekretaris Dinas PUPR PKPP Riau Fery Yunandi. Kemudian lima orang para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Dinas PUPR PKPP.
Selain itu, tim KPK juga mengejar Dani M. Nursalam, tenaga ahli Gubernur, yang juga tidak kelihatan batang hidungnya. Dia akhirnya menyerahkan diri dengan datang ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan pada sore tadi.
Petugas KPK pun langsung memeriksa sepuluh orang yang diamankan tersebut. Dan hingga malam hari, pemeriksaan masih terus berlangsung.
Baca juga : OTT Gubernur Riau Abdul Wahid, KPK Sita Valas Hingga Rp 1 Miliar
"Paralel dengan itu, kami tadi sudah melakukan ekspos di level pimpinan, dan sudah ditetapkan pihak-pihak yang bertanggung jawab dan menjadi tersangka dalam perkara ini," bebernya.
Namun mengenai jumlah maupun identitas para tersangkanya belum diungkapkan. Rencananya, KPK bakal menggelar jumpa pers pada Rabu (5/11/2025) siang.
Budi menambahkan, pihaknya turut mengamankan sejumlah uang dalam bentuk dolar Amerika Serikat (AS) dan poundsterling Inggris. Totalnya sejumlah Rp 1,6 miliar.
Baca juga : Tiba di KPK, Gubernur Riau Cuma Pakai Kaos Oblong dan Sandal
"Uang itu diduga bagian dari sebagian penyerahan kepada kepala daerah," ungkap Budi.
"Ini adalah bagian dari beberapa atau dari sekian penyerahan sebelumnya. Jadi sebelum kegiatan tangkap tangan ini, diduga sudah ada penyerahan-penyerahan lainnya," tambahnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya