Dark/Light Mode

Presiden Prabowo: Jangan Khawatir, Whoosh Jadi Tanggung Jawab Pemerintah

Jumat, 7 November 2025 20:34 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat naik KRL, Selasa (4/11/2025). Foto: Setpres RI
Presiden Prabowo Subianto saat naik KRL, Selasa (4/11/2025). Foto: Setpres RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menegaskan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) menjadi tanggung jawab penuh Pemerintah. Hal tersebut disampaikan Prabowo menanggapi isu terkait restrukturisasi pembiayaan proyek kereta api berkecepatan tinggi pertama di Indonesia itu.

“Jangan khawatir, Whoosh tidak masalah. Saya tanggung jawab. Indonesia bukan negara sembarangan, kita sudah hitung anggaran kita,” tegas Prabowo di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Prabowo menjelaskan, proyek Whoosh merupakan bagian dari layanan publik public service obligation (PSO). Rancangannya bertujuan untuk memberikan manfaat besar bagi rakyat. Bukan sekadar mencari keuntungan finansial.

"Whoosh itu layanan transportasi publik, jangan dihitung untung rugi, tapi hitung manfaatnya untuk rakyat. Ini proyek namanya public service obligation,” ujar Prabowo.

Baca juga : Gubernur Pramono: Perawatan Korban Ledakan di SMAN 72 Ditanggung Pemprov DKI

Dia mengaku seluruh layanan PT Kereta Api Indonesia (KAI) mendapat subsidi besar dari Pemerintah. Ini, sebagai bentuk kehadiran negara dalam pelayanan publik.

"Tadi disampaikan Menteri Perhubungan (Dudy Purwagandhi), semua layanan KAI, Pemerintah subsidi 80 persen, rakyat 20 persen. Ini namanya kehadiran negara," tutur Presiden.

Mantan Danjen Kopassus itu juga menegaskan seluruh pembiayaan yang digunakan berasal dari kekayaan negara yang dikelola melalui pajak rakyat.

Karena itu, Pemerintah berkomitmen untuk memastikan tidak ada kebocoran anggaran dan menekan praktik korupsi dalam proyek strategis nasional.

Baca juga : Gerindra Dukung Soeharto Jadi Pahlawan Nasional

"Dari mana uang itu? Dari uang rakyat, pajak, kekayaan negara. Maka kita harus mencegah semua kebocoran, menghentikan penyelewengan dan korupsi. Uang rakyat tidak boleh dicuri karena akan kita kembalikan untuk pelayanan ke rakyat," tegasnya.

Prabowo mengingatkan agar proyek strategis seperti Whoosh tidak dijadikan bahan politik oleh pihak-pihak yang ingin menimbulkan kekhawatiran publik.

 "Jangan dipolitisasi. Jangan menari di gendang orang. Mungkin ada pihak-pihak yang ingin selalu menimbulkan kecemasan rakyat. Bangsa kita kuat dan kaya. Yang penting, pemerintah sekarang tidak boleh lengah, tidak boleh dibohongi, dan tidak boleh membiarkan orang-orang yang mencuri kekayaan negara," pinta Presiden.

Presiden menegaskan komitmen Pemerintah untuk terus mencari sumber kekuatan ekonomi nasional. Tujuannya untuk memastikan seluruh hasil pembangunan dikembalikan kepada rakyat.

Baca juga : Prabowo: Utang Whoosh Dibayar Rp 1,2 Triliun per Tahun, Duitnya Ada!

"Saya tidak akan ragu bersama tim saya, kita buktikan bahwa kita akan menyelamatkan, mencari semua sumber kekuatan, dan kita akan kembalikan ke rakyat," pungkas Prabowo.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.