Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Lampung Jadi Pelopor Pengawasan Desa Dipimpin Kepala Daerah
Senin, 17 November 2025 18:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Provinsi Lampung mencatat momentum baru dalam tata kelola desa setelah Gubernur Rahmat Mirzani Djausal resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional. Seluruh bupati di Lampung juga dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang pada acara yang berlangsung di Bukit Mas Lampung.
Pelantikan ini dikukuhkan oleh Ketua Dewan Pengawas Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional Indonesia (DPP ABPEDNAS) Prof Reda Manthovani yang juga Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung. Acara turut dihadiri Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Danang Suryo Wibowo serta para kepala kejaksaan negeri se-Lampung.
Reda menyebut, pengukuhan pengurus Lampung menjadi simbol kuatnya kolaborasi Badan Permusyawaratan Desa dengan pemerintah daerah dan kejaksaan. Menurut dia, sinergi tersebut penting untuk mendorong pencegahan dini dan pengawasan desa yang terstruktur dalam program nasional Jaga Desa Jaga Indonesia.
“Pelantikan ini menjadi momentum penting,” kata Reda dalam keterangannya, Senin (17/11/2025).
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (DPP ABPEDNAS) Indra Utama menilai, Lampung menjadi provinsi pertama yang struktur Dewan Pimpinan Daerah dan Dewan Pimpinan Cabang dipimpin langsung kepala daerah.
Baca juga : DPD Soroti Dampak Pemotongan Dana Transfer Bagi Otonomi Daerah
Dia memandang langkah ini dapat menjadi standar baru bagi tata kelola desa. “Ini langkah nyata untuk transparansi dana desa,” ujar Indra.
Indra menjelaskan, tata kelola desa memerlukan keberpihakan kebijakan yang jelas bagi masyarakat. Dia berharap struktur baru ini memperkuat efektivitas pembangunan desa serta memastikan penggunaan dana desa lebih terpantau.
“Pembangunan desa harus efektif dan adil,” ucapnya.
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional Aditya Yusma meluncurkan Lomba Film Pendek Nasional Jaga Desa Jaga Indonesia dalam acara yang sama.
Program ini ditujukan mendorong desa bercerita tentang pembangunan dan pengawasan melalui media film. “Film pendek bisa mengangkat kisah desa,” tutur Aditya.
Baca juga : GKR Hemas Ajak Perempuan Jadi Subjek Perubahan Pembangunan Daerah
Dia menyampaikan bahwa lomba ini dapat mempermudah desa memahami program Jaksa Garda Desa. Ia menambahkan film dapat mempromosikan potensi desa secara nasional bahkan internasional. “Potensi desa bisa terangkat nasional,” katanya.
Lampung memiliki 2.654 desa dengan sekitar 18.500 anggota Badan Permusyawaratan Desa. Seluruh anggota diarahkan untuk memperkuat pengawasan desa, meningkatkan Pendapatan Asli Desa, serta mempercepat kesejahteraan masyarakat desa. “Kapasitas anggota BPD harus terus ditingkatkan,” kata Aditya.
Pembacaan Surat Keputusan bernomor Istimewa Dewan Pimpinan Daerah Lampung dilakukan oleh Aditya. Ia memimpin yel ABPEDNAS yang disambut antusias para peserta. “ABPEDNAS jaga desa ABPEDNAS bahagia ABPEDNAS Indonesia maju,” serunya.
Ketua Umum Indra menyampaikan bahwa kesuksesan pengukuhan tidak lepas dari dukungan Dewan Penasihat DPP ABPEDNAS H Thomas Rizka yang juga tokoh masyarakat Lampung. Seluruh pengurus pusat dinilai bekerja solid dalam mempersiapkan kegiatan. “Kerja bersama menghasilkan acara sukses,” ujar Indra.
DPP ABPEDNAS menegaskan komitmen untuk menyukseskan Program Asta Cita Presiden Prabowo melalui program Jaga Desa. Dukungan juga diberikan untuk berbagai inisiatif desa seperti Kopdes Merah Putih dan MBG.
Baca juga : Capaian 50 Persen Penerima Manfaat MBG Picu Kemandirian Pangan Daerah
“Kami mendukung penuh penguatan desa,” kata Indra.
Organisasi ini berharap Lampung menjadi rujukan bagi daerah lain dalam penguatan tata kelola desa. Mereka menilai desa yang mandiri akan menjadi dasar untuk mewujudkan Indonesia Maju. “Desa kuat Indonesia maju,” tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya