Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pasar Lelang Cabe Di Sleman, Transaksi Sehari Capai 150-250 Juta
Selasa, 18 November 2025 08:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menjadi pusat perhatian dalam dunia pertanian berkat keberadaan Pasar Lelang Cabe di Dusun Kardangan, Jalan Palagan Tentara Pelajar KM 15, Kecamatan Pakem.
Pasar ini bukan sekadar tempat jual beli biasa, melainkan penggerak ekonomi signifikan dengan nilai transaksi harian mencapai Rp 150 juta hingga Rp 250 juta. Dengan nilai tansaksi yang cukup besar ini, komoditas sayuran khususnya cabe, memberikan kontribusi besar bagi peningkatan kesejahteraan petani di Sleman.
Adapun pasar lelang cabe ini dikelola bersama Perkumpulan Petani Hortikultura Puncak Merapi (PPHPM) dan Koperasi PPHPM.
Suasana Pasar Lelang Cabe ini sebenarnya sudah cukup ramai sejak sore hari. Petani datang silih berganti membawa hasil panen cabe mereka, mulai dari menggunakan mobil hingga motor, untuk disetorkan dan ditimbang. Bahkan mobil sekelas Yaris keluaran terbaru, ikut disulap jadi mobil pengangkut cabe.
Baca juga : Siapkan Strategi Keuangan 2026, Aman Pinjam Hingga Limit 100 Juta
Bagi petani yang menjual cabenya ke pasar lelang ini, diawali dengan penimbangan, pencatatan berat, dan penyerahan kuitansi kepada petani. Selanjutnya, cabe disortir berdasarkan jenis dan kualitasnya, kemudian di-"grading" oleh petugas untuk menentukan berat bersih.
Sebelum dikemas dalam kardus untuk dikirim sesuai pesanan. Menariknya, tak sedikit petani yang memilih untuk tidak langsung mengambil uang hasil penjualan cabe mereka, melainkan mengumpulkannya atau menabungnya lebih dahulu hingga panen berakhir.
Di area kasir, tumpukan uang dengan kuitansi di dalamnya, beberapa mencapai Rp 25 juta untuk satu petani, menjadi pemandangan yang menunjukkan skala transaksi di pasar ini.
"Uang tersebut memang sengaja belum mau diambil oleh petaninya. Biasanya setelah habis panennya baru diambil," kata Ketua Perkumpulan Petani Hortikultura Puncak Merapi (PPHPM) Nanang Kuswahyudi di lokasi pasar lelang cabe.
Baca juga : BRI Insurance Sabet Dua Penghargaan Di Media Asuransi Award 2025
Nanang mengatakan pasar lelang ini mengadopsi sistem cash and carry, petani bisa langsung menerima pembayaran. Koperasi menyediakan dana untuk menjamin pembayaran tunai ini.
Nanang menjelaskan, setelah proses penimbangan dan sortasi, petani akan menunggu pengumuman hasil lelang pada pukul 20.00 WIB. Makanya, sambung dia, pasar lelang cabe ini cukup ramai di malam hari. Banyak petani sengaja menunggu pengumuman hasil lelang. Sebab jumlah uang yang mereka terima tergantung hasil lelang malam itu.
"Begitu diumumkan (harga lelang cabe), Petani bisa langsung ambil duitnya. Ada koperasi yang menyediakan uangnya," kata Nanang.
Inovasi utama dalam pasar lelang ini adalah penggunaan aplikasi "Panen.id", yang memungkinkan pedagang atau pelaku usaha untuk menawar cabe tanpa harus hadir langsung di lokasi. Aplikasi ini dapat diunduh di Playstore, dan lelang dimulai pukul 16.30 WIB dengan pengumuman pemenang lelang pada pukul 20.00 WIB. Pemenang lelang kemudian akan dihubungi untuk pembayaran dan pengaturan pengiriman cabe.
Baca juga : BMAD Benang POY Dibatalkan, AGTI Ciptakan Investasi & Lapangan Kerja Baru
Adapun pembukaan lelang dimulai pukul 16.30 WIB. Sementara pemenang lelang diumumkan pada Pukul 20.00 WIB. Pada malam tersebut, lelang ditutup dengan harga cabe rawit bervariasi: Cabe Rawit RM Rp 19.500/kg, Cabe Rawit Ori Rp 22.222/kg, Cabe Rawit Ori K Rp 18.000/kg, Cabe Rawit Oer Tavi Rp 20.000/kg, dan Cabe Rawit Brengos Rp 21.600/kg. Sementara itu, Cabe Merah Keriting mencapai harga Rp 34.449/kg.
Pembayaran kepada petani dilakukan antara pukul 20.15-20.30 WIB, diikuti dengan proses pengemasan dan menunggu ekspedisi yang akan mengirim cabe ke lokasi sesuai permintaan pemenang lelang. Nah biasanya, kata Nanang, mobil ekspedisi datang antara pukul 01.00-02.00 WIB. Cabe-cabe ini kemudian didistribusikan ke berbagai daerah, sesuai permintaan pemenang lelang.
"Mereka biasanya minta dikirim ke Pasar Induk Kramat Jati Jakarta, Lampung, Riau, Kalimantan, bahkan Sumatera," ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya