Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Urai Konflik Perusahaan Vs Masyarakat
Gerindra Buka Ruang Dialog Sengketa Lahan
Rabu, 19 November 2025 06:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Partai Gerindra memastikan perwakilan partainya di DPR bersama Pemerintah bersinergi dalam mengurai konflik dan sengketa lahan masyarakat. Termasuk, untuk membuka ruang dialog bagi semua pihak dalam penyelesaian sengketa lahan.
“Semuanya harus berjalan seimbang. Perusahaan juga bagian dari masyarakat. Selama kita mau duduk bersama sebagai sesama manusia, semua persoalan pasti bisa diselesaikan,” kata kader Partai Gerindra yang juga Anggota DPR, Kawendra Lukistian di Aceh, Selasa (18/11/2025).
Anggota Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR ini mengatakan, perusahaan turut menjadi faktor penting dalam mengurai persoalan lahan. Dia meminta perusahaan memberikan kontribusi yang adil bagi daerah.
“Termasuk membuka lapangan pekerjaan dan tidak merugikan masyarakat,” ujarnya.
Baca juga : Masa Jabatan Berakhir, Golkar Sulsel Tunggu Keputusan Dari DPP
Kawendra mengatakan, Pemerintah Pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, memberikan perhatian besar terhadap perlindungan masyarakat kecil. Dia menegaskan, pemerintahan saat ini tidak memberi toleransi terhadap pihak mana pun yang melakukan pelanggaran.
“Presiden kita tidak pandang bulu. Jika ada yang bersalah, akan ditindak. Sudah ada sekitar 4 juta hektare lahan yang diambil alih negara, dan itu tidak akan berhenti,” bebernya.
Legislator daerah pemilihan (Dapil) Jawa Timur IV ini mengaku banyak menerima berbagai masukan dan keluhan dari warga maupun perwakilan perusahaan terkait sengketa lahan. Dia berkomitmen untuk menjadi mediator dalam penyelesaian konflik lahan tersebut.
“Kami akan menyusun rekomendasi yang mengedepankan kepentingan bersama, untuk membangun hubungan yang lebih sehat antara masyarakat dan perusahaan, sekaligus memastikan pembangunan berjalan tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan,” pungkas Kawendra.
Baca juga : BSN Melesat Jadi Bank Syariah Kedua Terbesar
Sebelumnya, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid menegaskan konsistensi Pemerintah dalam membantu masyarakat mengurai persoalan sengketa tanah. Termasuk, kata dia, Pemerintah berkomitmen melawan mafia tanah.
“Selama jajaran BPN tidak mau diajak kongkalikong, mafia tanah pasti kabur. Mereka hanya bisa bergerak kalau ada pintu yang dibukakan dari dalam. Kalau kita menutup rapat celah itu, mereka buyar dengan sendirinya,” ujar Nusron di Jakarta, Senin (17/11/2025).
Nusron menegaskan, seluruh upaya digitalisasi, perbaikan tata kelola, hingga penguatan regulasi akan sia-sia jika masih ada celah kompromi di internal Kementerian ATR/BPN. Praktik kejahatan, kata dia, selalu mencari celah dalam berbagai bentuk, di mana pun dan dalam zaman apa pun.
“Setiap negara modern selalu berhadapan dengan dua kekuatan, yakni mereka yang menjaga ketertiban dan mereka yang mencoba merusaknya,” ujarnya.
Baca juga : Produk UMKM Diminati Pembeli Mancanegara
Karena itu, lanjut Nusron, strategi utama kementian yang dipimpinnya, bukan hanya mengejar pelaku, tetapi memperkuat benteng utama negara. Negara, kata dia, akan selalu hadir dalam setiap persoalan pertanahan dan memastikan seluruh proses penyelesaian kasus berjalan objektif, transparan, dan sesuai hukum.
“Kita berantas, mereka akan muncul lagi dalam bentuk berbeda. Yang berubah hanya modelnya, bukan niat jahatnya. Karena itu, kita harus memastikan orang BPN kuat, proper, dan tegas menegakkan aturan,” ujarnya.
Berdasarkan data Kementerian ATR/BPN, jumlah sengketa lahan di Indonesia sangat tinggi. Sepanjang 2024 tercatat 11.083 sengketa, 506 konflik, dan 24.120 perkara tanah. Dari jumlah kasus tersebut, hanya 46,88 persen yang berhasil diselesaikan.
Selain itu, dalam 10 bulan pertama tahun 2025, tercatat 6.015 kasus pertanahan, dan sekitar 50 persen di antaranya telah terselesaikan. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya