Dark/Light Mode

KPPD Angkatan II, PYC Gaet Kemendagri Dan Lee Kuan Yew School of Public Policy

Rabu, 19 November 2025 19:59 WIB
Chairperson PYC Filda Citra Yusgiantoro (kanan) bersama Menteri Koordinator Pelayanan Publik sekaligus Menteri Pertahanan Singapura Chan Chun Sing (kedua kanan), Ketua Dewan Pengawas PYC Inka B. Yusgiantoro dan Sekretaris Dewan Pengawas PYC Amelia Yusgiantoro (kiri)/Dok PYC
Chairperson PYC Filda Citra Yusgiantoro (kanan) bersama Menteri Koordinator Pelayanan Publik sekaligus Menteri Pertahanan Singapura Chan Chun Sing (kedua kanan), Ketua Dewan Pengawas PYC Inka B. Yusgiantoro dan Sekretaris Dewan Pengawas PYC Amelia Yusgiantoro (kiri)/Dok PYC

RM.id  Rakyat Merdeka - Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) menggandeng Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Lee Kuan Yew School of Public Policy (LKYSPP) Singapura dan National University of Singapore (NUS), menyelenggarakan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan II Tahun 2025 bagi para wali kota dan bupati di Jakarta dan Singapura.

“KPPD menghadirkan wawasan teknokratis dan membuka ruang dialog strategis antara pemimpin daerah di Indonesia dan jajaran pemimpin di Singapura,” kata Chairperson PYC Filda Citra Yusgiantoro melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (19/11/2025).

Filda mengatakan, KPPD yang diikuti sebanyak 25 bupati dan wali kota dari  sejumlah provinsi, yakni Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Lampung, Jambi, Bengkulu, Sumatera Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, NTT, NTB, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Papua Pegunungan dan Maluku Utara, bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan, tata kelola daerah, pengelolaan layanan publik, digitalisasi perencanaan kota dan pembangunan berkelanjutan. 

PYC, lanjut Filda, telah berkomitmen terus memperkuat kapasitas kepemimpinan dan tata kelola daerah, serta menjadi jembatan pengetahuan serta kolaborasi internasional bagi pemerintah daerah.

“Kami optimistis melalui program KPPD, para kepala daerah pulang dengan membawa perspektif baru yang dapat diterjemahkan sebagai kebijakan dan inovasi bermanfaat bagi masyarakat,” jelas Filda.

Baca juga : Kemenkop Gandeng Kemenekraf Dan LKPP Genjot Koperasi Desa Merah Putih

Disebutkan, program KPPD bagian dari rangkaian KPPD Tahun 2025, yang dibuka penyelenggaraannya oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di Jakarta pada 5 November 2025. Kegiatan itu dilanjutkan dengan kursus secara mendalam selama 7 hari di Singapura dan ditutup di Jakarta.

Menurut Filda, PYC berperan aktif mengkoordinasikan para delegasi, mempersiapkan agenda kegiatan dan diplomasi program selama  berada di Singapura.

“Kami mengapresiasi peran pihak-pihak terkait dalam mengimplementasikan Sesi Kelas dan Kunjungan Lapangan di Singapura,” ujarnya.

Menurutnya, selama berada di Singapura, para peserta dididik tentang praktik tata kelola dan pelayanan publik berstandar global di  TuasOne Waste-to-Energy Plant,  Punggol New Town, ST Engineering InnoSuite, ITE College East, Singapore City Gallery dan Marina  Barrage.

Selain itu, mereka juga mendengarkan langsung pemaparan tentang reformasi pendidikan, transformasi kesehatan, inovasi digital dan tata kelola kota yang disampaikan para pakar dan praktisi senior Pemerintah  Singapura.

Baca juga : Tingkatkan Standar Pelayanan, Kementerian UMKM Gelar Forum Konsultasi Publik

“Para profesor dan praktisi  berbagi teori dan pengalaman tentang kebijakan yang diterapkan di Singapura. Lee Kuan Yew School of Public Policy menyiapkan kurikulum,  sesi  diskusi, hingga refleksi. Jadi, para peserta dapat memahami konteks kebijakan secara utuh dan  menerapkannya di daerah masing-masing,” jelas Filda.

Kata dia, salah satu agenda menarik adalah sesi Closing Dialogue bersama Coordinating Minister for Public Services dan Minister for Defence, Chan Chun Sing, yang memaparkan tentang pentingnya kepemimpinan adaptif, ketahanan institusi, serta profesionalisme  birokrasi dalam menjawab berbagai tantangan global dan lokal yang semakin kompleks.

Para peserta juga berkesempatan menghadiri jamuan makan malam bersama Emeritus Senior Minister (ESM) Goh Chok Tong di The Halia, Singapore Botanic Gardens.

“Emeritus Senior Minister Goh  Chok Tong berbagi pandangan mengenai hubungan Indonesia–Singapura, pembangunan ekonomi wilayah, dan nilai fundamental kepemimpinan  berorientasi jangka Panjang,” jelas Filda.

Penutupan kegiatan dilakukan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto, yang ditandai pemaparan Bupati Pringsewu  Riyanto Pamungkas tentang “Transformasi Ekonomi Lokal melalui Hilirisasi Mocaf sebagai Model Ketahanan Pangan dan Daya Saing Daerah.”

Baca juga : Kemenekraf Gandeng Kemendag Dan BSSN Perkuat Ekosistem Ekraf

Selain itu, pemaparan juga dilakukan  Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi tentang Twin Sister by History: Bengkulu  & Singapura, Jejak Sejarah Kolonial yang Menghubungkan Dua Wilayah” serta  Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena yang memaparkan makalah bertajuk “Pembangunan Material Recovery Facility (MRF) dan Pengelolahan Sampah Terpadu dengan Teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) dalam Rangka Mewujudkan Kota Ambon yang Ramah Lingkungan.”

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.