Dark/Light Mode

Gaungkan Spirit Asia-Afrika

NYC Indonesia–KNPI–NAMYO Gelar The Ambassador Summit 2025

Minggu, 23 November 2025 18:44 WIB
Presiden NYC Indonesia Tantan Taufik Lubis (tengah) dan elemen ormas Kepemudaan dalam acara The Ambassador Summit 2025 sebagai rangkaian peringatan 70 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA). (Foto : ist)
Presiden NYC Indonesia Tantan Taufik Lubis (tengah) dan elemen ormas Kepemudaan dalam acara The Ambassador Summit 2025 sebagai rangkaian peringatan 70 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA). (Foto : ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - National Youth Council (NYC) Indonesia bersama KNPI dan Non Aligned Movement Youth Organization (NAMYO) menggelar The Ambassador Summit 2025 sebagai rangkaian peringatan 70 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA).

Forum internasional ini mempertemukan para duta besar negara-negara Asia dan Afrika, kepala daerah, akademisi, anggota parlemen, tokoh pemuda hingga pelaku usaha.

Presiden NYC Indonesia Tantan Taufik Lubis menyampaikan, kegiatan berlangsung pada 20–23 November 2025 dengan sejumlah agenda, mulai seminar internasional, youth summit, parade budaya, napak tilas KAA, hingga festival kuliner.

Acara digelar bersama Pemprov Jawa Barat dan Pemkot Bogor, serta didukung sejumlah organisasi kepemudaan internasional dan perguruan tinggi, termasuk Universitas Jakarta, Universitas Krisnadwipayana, IPB, Unpad, UI, Universitas Al Azhar Indonesia, Universitas Islam Bandung, dan Pesantren Darul Ulum.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan pentingnya kembali menguatkan memori sejarah KAA, karena cikal-bakal konferensi bersejarah itu berawal dari Konferensi Bogor, 28–29 Desember 1954.

Baca juga : Infobrand.id & Tras N Co Indonesia Gelar Brand Choice Award 2025

"Tetapi sebelum Konferensi Asia Afrika, di 28 sampai 29 Desember 1954 itu ada yang namanya Konferensi Bogor. Nah Konferensi Bogor inilah yang kemudian poin-poin pertemuannya itu mencetuskan yang namanya Konferensi Asia Afrika di Bandung, April tahun 1955," ungkapnya.

Kepala Biro Pem-otda Provinsi Jawa Barat Muhammad Faiz menyebut, forum ini bisa membuka jalan untuk menggali dan mengoptimalkan potensi ekonomi Jawa Barat. Kolaborasi dengan negara-negara Asia-Afrika dinilai krusial untuk memperkuat perdagangan dan investasi internasional.

The Ambassador Summit juga menjadi bagian dari Road to KAA 2026, yang menegaskan komitmen Jawa Barat memperkuat jejaring global dan memperbesar kontribusi daerah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Dubes Mozambique Belmiro Jose Malate menekankan pentingnya menjaga roh anti-imperialisme dan anti-kolonialisme yang menjadi dasar lahirnya KAA.

"Kita masih memiliki tantangan yang sama hari ini, kolonialisme sudah tiada, imperialisme masih ada. Kita masih harus melawan. Kita masih harus mengembangkan ekonomi kita, mengembangkan anak-anak kita, masih memiliki agenda yang sangat penting untuk diimplementasikan," ujarnya.

Baca juga : PT Shan Hai Map Siap Gelar Indonesia New Retailing Summit 2025

Dubes Turki Prof Dr Talip Kucukcan mengingatkan bahwa kerja sama Selatan–Selatan harus terus diperkuat karena berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dunia.

"South South Cooperation ini ujungnya adalah menuju kesejahteraan umat, menuju kesejahteraan dunia. Jadi itu yang harus selalu gelorakan bahwa ada orang-orang yang dahulu sudah memikirkan bagaimana negara itu terbentuk dan tujuan negara itu harus dikawal bersama," ujarnya.

Konsuler Politik Kedutaan Besar India Vikram Vardhan menambahkan, semangat KAA tidak boleh luntur, karena konferensi itulah yang menginspirasi banyak negara Asia dan Afrika untuk memperoleh kemerdekaan.

"Setelah Konferensi Bandung, kami melihat banyak negara-negara yang berkembang dan banyak negara-negara di Asia dan Afrika yang mendapatkan kemerdekaan," katanya.

Anggota DPR RI Prof Dr Rokhmin Dahuri melihat spirit KAA tetap relevan, terutama di tengah kebijakan standar ganda negara-negara maju dalam isu kemanusiaan. Ia menilai dunia perlu lebih serius menanggapi persoalan kelaparan dan kemiskinan yang masih tinggi.

Baca juga : Diaspora Indonesia San Francisco Peringati Bulan Alzheimer Sedunia 2025

Duta Besar Ethiopia HE. Prof Fekadu Beyene Aleka menekankan bahwa kerja sama Selatan–Selatan harus menjadi pondasi kokoh negara Asia-Afrika untuk membangun kesejahteraan rakyat dan keadilan ekonomi.

"Spirit Konferensi Asia Afrika jangan hanya menjadi lips service dan jargon semata, tapi harus diimplementasikan demi terwujudnya keadilan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat serta perdamaian dunia," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.