Dark/Light Mode

PG PAUD Universitas Al Azhar Indonesia Gelar Webinar Pengasuhan Berkualitas

Selasa, 10 Desember 2024 23:54 WIB
Webinar Nasional bertema Investasi Generasi Emas Melalui Pengasuhan Berkualitas yang diselenggarakan Prodi PG PAUD, Fakultas Psikologi dan Pendidikan, UAI. (Foto: UAI)
Webinar Nasional bertema Investasi Generasi Emas Melalui Pengasuhan Berkualitas yang diselenggarakan Prodi PG PAUD, Fakultas Psikologi dan Pendidikan, UAI. (Foto: UAI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dasar (PG PAUD), Fakultas Psikologi dan Pendidikan, Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Investasi Generasi Emas Melalui Pengasuhan Berkualitas” secara daring, Selasa (10/12/2024). Seminar ini bertujuan menggali perspektif akademik, kebijakan, dan praktik terbaik dalam pengasuhan anak usia dini sebagai fondasi pencapaian Generasi Emas Indonesia 2045.  

Dalam pembukaan acara, Rektor UAI, Prof Asep Saefuddin, menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam pengasuhan anak. Asep mengingatkan bahwa keberhasilan menciptakan generasi emas tidak hanya bergantung pada kualitas pendidikan formal, tetapi juga pada pola pengasuhan yang mendukung perkembangan fisik, mental, dan sosial anak sejak dini.  

Direktur Direktorat KPAPO Bappenas, RR Rita Erawati, yang menjadi keynote speaker, menyampaikan materi berbasis data bahwa tingkat partisipasi orang tua dan masyarakat dalam mendukung pengasuhan berkualitas menjadi salah satu indikator keberhasilan target Indonesia Emas 2045. Dia menyoroti pentingnya kebijakan pengasuhan yang inklusif, adaptif, dan berbasis bukti (evidence-based) untuk mendorong pembangunan SDM berkualitas.  

Diskusi akademik Strategi Pengasuhan di Era Transformasi Seminar ini dibagi menjadi dua sesi diskusi mendalam:  

Baca juga : Menteri UMKM Ajak Investor Garap Potensi Besar Pertumbuhan Startup Lokal

Sesi I dimoderatori Ketua Program Studi PG PAUD UAI, Nila Fitria, yang diisi tiga pembicara. Pertama, Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak KPPPA, Pribudiarta Nur Sitepu, yang membahas “Standar Pengasuhan Anak di Indonesia dan Implikasinya”. Dia menyoroti kesenjangan implementasi kebijakan pengasuhan di tingkat lokal dan strategi untuk peningkatan kualitas.  

Kedua, Psikolog, ECED Ecosystem Development Lead Tanoto Foundation, Fitriana Herarti, yang memaparkan “Pentingnya Pengasuhan Berkualitas dalam Pembangunan SDM Berkualitas”, dengan pendekatan berbasis studi kasus dari proyek-proyek pemberdayaan masyarakat.

Ketiga, Pengurus Pusat HIMPAUDI, Rohimi Zamzam, yang mengupas “Kemitraan Orang Tua dan Peran HIMPAUDI dalam Mendukungnya”. Dia menekankan kolaborasi lintas sektor antara keluarga, komunitas, dan lembaga pendidikan.

Sesi II dimoderatori Sekretaris Program Studi Psikologi UAI, Adiyo Roebianto, yang diisi empat pembicara. Pertama, Koordinator Program Rumah Anak Sigap (RAS) DKI Jakarta Tanoto Foundation, Syamsul Rizal Syabanudin, yang mempresentasikan “Pengembangan Kemitraan dalam Program Rumah Anak Sigap (RAS)”. Dia menunjukkan pentingnya kolaborasi multi-pihak dalam mendukung pengasuhan anak usia dini.  

Baca juga : Prioritas Untuk Pengendalian Tuberkulosis

Kedua, Dekan Fakultas Psikologi dan Pendidikan UAI, Fidesrinur, yang membahas “Sinergi Kebijakan MBKM dan Pelaksanaan Kegiatan Tridarma Fakultas Psikologi dan Pendidikan pada Program Pendampingan RAS,” dengan mengintegrasikan teori dan praktik dalam pengasuhan.

Ketiga, Psikolog, Dosen PG PAUD UAI, Nurfadilah. Keempat, Sekretaris Koalisi Nasional PAUD HI, Dwi Purwestri. Keduanya mengangkat topik “Meningkatkan Pengasuhan Berkualitas melalui Kolaborasi Nasional.”

Ketua Prodi PG PAUD UAI, Nila Fitria, menuturkan, seminar ini menghasilkan kesimpulan bahwa pengasuhan berkualitas membutuhkan pendekatan multidimensi, termasuk pemenuhan gizi, kesehatan mental, akses pendidikan, dan lingkungan yang mendukung perkembangan anak. Para narasumber menekankan pentingnya kolaborasi aktif antara orang tua, guru, pemerintah, dan masyarakat untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia pada 2045.  

Seminar yang dihadiri lebih dari 200 peserta ini diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber dan sesi foto bersama secara daring melalui Zoom.  

Baca juga : 23 Universitas Se-Indonesia Ikuti Dentistry Smart Trisakti 2024

"Dengan diselenggarakannya seminar ini, diharapkan menjadi langkah awal dalam penyusunan kerangka kerja pengasuhan berkualitas berbasis penelitian yang dapat diimplementasikan secara luas di Indonesia" ucap Nila yang juga Ketua Tim Program Rumah Anak SIGAP (RAS) DKI Jakarta.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.