Dark/Light Mode

Resmi Pimpin Al-Hidayah

Hetifah Langsung Fokus Bantu Korban Banjir Sumatera

Sabtu, 29 November 2025 21:17 WIB
Foto: Dok. Golkar
Foto: Dok. Golkar

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, resmi menjabat sebagai Ketua DPP Pengajian Al-Hidayah untuk periode 2025–2030. Pelantikan tersebut digelar di The Grand Platinum Hotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu (29/11), dan dilakukan langsung oleh Ketua Dewan Penasehat Pengajian Al-Hidayah yang juga istri Ketua Umum Partai Golkar, Sri Suparni Bahlil Lahadalia.

Dalam sambutannya, Sri Suparni menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar agenda seremoni, melainkan wujud komitmen memperkuat dakwah perempuan, aksi sosial, dan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.

“Dengan ini saya melantik Ketua Umum dan Pengurus untuk mengabdi dan mengibarkan panji-panji kehormatan ke seluruh Nusantara,” ucap Sri Suparni.

Selain menyoroti pentingnya peran perempuan dalam dakwah, Sri Suparni juga menekankan pemanfaatan digital sebagai bagian dari gerakan organisasi.

Baca juga : Polri Kirim Obat Dan Tim Kesehatan Untuk Korban Banjir Sumatera

“Pengajian Al Hidayah harus menjadi pelopor transformasi digital, menginspirasi, mendidik, dan menggerakkan ekosistem digital yang aman dan religius,” ujarnya.

Ia menyebut media sosial dan platform digital kini menjadi sarana strategis untuk memperluas jangkauan dakwah, memperkuat koordinasi, dan menyebarkan konten edukasi yang bermanfaat.

Pada kesempatan yang sama, Sri Suparni langsung memberi tugas pertama kepada pengurus baru: bergerak membantu masyarakat terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Saya meminta pengurus yang baru dilantik untuk menunjukkan empati melalui kegiatan sosial dan berdonasi membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” tegasnya.

Baca juga : Polri Kerahkan Pesawat CN Dan Fokker Bantu Korban Bencana Banjir Sumatera

Menanggapi amanah tersebut, Hetifah menyatakan kesiapan penuh menjalankan instruksi kemanusiaan itu sebagai langkah perdana masa kepemimpinannya.

“InsyaAllah segera kami jalankan. Saat ini kami sedang mengidentifikasi kebutuhan mendesak para pengungsi di wilayah terdampak,” ujarnya.

Hetifah menegaskan, jabatan ketua umum bukanlah kehormatan pribadi, melainkan amanah dan tanggung jawab organisasi.

“Kita bukan hanya komunitas pengajian, tetapi bagian dari ekosistem pemberdayaan perempuan—menguatkan dakwah, literasi keluarga, literasi digital, hingga aksi sosial,” jelasnya.

Baca juga : InJourney Group Beri Bantuan, Bangun Posko & Kirim Personel Bantu Korban Banjir

Pada masa kepengurusan 2025–2030, Al-Hidayah akan fokus pada tiga agenda utama. Pertama, meningkatkan kualitas pengajian melalui interaksi Al-Qur’an dan pendidikan karakter keluarga. Kedua, mendorong pemberdayaan ekonomi serta digitalisasi perempuan. Ketiga, memperkuat tata kelola organisasi melalui kolaborasi nasional dan aksi sosial kemanusiaan.

Dengan kepengurusan yang baru, Hetifah optimistis Al-Hidayah dapat menjadi organisasi perempuan yang semakin modern, inklusif, dan relevan.

“Dengan dukungan seluruh kader di Indonesia, InsyaAllah Al-Hidayah akan terus menjadi teladan dalam dakwah dan aksi sosial,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.