Dark/Light Mode

Aceh Tengah: 38 Jembatan Putus, 6.321 KK Mengungsi, Bantuan Masih Gagal Mendarat

Minggu, 30 November 2025 14:27 WIB
Foto: Acehtengahkab.go.id
Foto: Acehtengahkab.go.id

RM.id  Rakyat Merdeka - Aceh Tengah masih berada dalam situasi darurat kritis akibat dampak parah bencana hidrometeorologi yang terjadi secara masif sejak 25 hingga 29 November 2025. 

Data terbaru dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah per Sabtu (29/11) menunjukkan sembilan dari 14 kecamatan kini terputus total dari ibu kota kabupaten.

Bencana akumulatif ini telah merusak 1.938 unit rumah dan memaksa 6.321 Kepala Keluarga (KK) mengungsi.

Baca juga : IZI Berangkatkan Delegasi Bantuan Kemanusiaan Ke Gaza

Akses keluar masuk kabupaten lumpuh total setelah lima ruas Jalan Nasional dan 38 unit jembatan terputus. Kerusakan infrastruktur ini secara efektif melumpuhkan wilayah tersebut.

Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menyampaikan daerahnya menghadapi krisis kemanusiaan yang mendesak. Korban jiwa tercatat mencapai 44 orang.

"Ini adalah bencana dengan dampak terluas yang pernah kami hadapi. Sembilan kecamatan terputus total dari ibu kota kabupaten. Kami sangat berduka atas 21 jiwa yang meninggal dunia dan 23 orang masih hilang," ujar Bupati Haili Yoga di laman resmi Pemkab Aceh Tengah.

Baca juga : Stok Pangan Jakarta Cukup Hingga Akhir Tahun, Beras Premium Masih Langka

Krisis diperparah dengan lumpuhnya seluruh akses vital di 14 kecamatan. Seluruh wilayah mengalami pemutusan total akses listrik, air bersih, dan telekomunikasi/internet.

Bahkan, satu-satunya akses air menuju Rumah Sakit Umum Datu Beru, rumah sakit rujukan utama di sana, juga terputus total.

Tantangan terbesar saat ini adalah mobilisasi tim penolong. "Daerah terisolir kini kekurangan logistik. Ditambah lagi, seluruh stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di kabupaten kami telah habis," tegasnya.

Baca juga : Penularan Penyakit Campak Masih Wajar Dan Terkendali

Pihak Pemkab juga frustrasi karena logistik bantuan yang sangat dibutuhkan, yang sudah tiba di Banda Aceh, dilaporkan belum berhasil menjangkau Takengon hingga pukul 20.00 WIB malam. Upaya penerbangan helikopter untuk menyalurkan bantuan hari ini juga dilaporkan gagal mendarat.

Pemkab juga mendesak Pemerintah Pusat dan Provinsi untuk segera mengambil langkah darurat, termasuk menetapkan status darurat bencana nasional, dan mencari alternatif secepatnya untuk menyalurkan logistik ke sembilan kecamatan yang terisolir sebelum situasi kemanusiaan memburuk.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.