Dark/Light Mode

Menteri Ferry Juliantono Tekankan Pentingnya Gerakan Buruh dan Koperasi

Minggu, 30 November 2025 22:14 WIB
​​​​​​​Musyawarah Unit Kerja PT Yamaha Music Manufacturing Indonesia (YMMI) di Kabupaten Bogor, Sabtu (29/11/2025).
​​​​​​​Musyawarah Unit Kerja PT Yamaha Music Manufacturing Indonesia (YMMI) di Kabupaten Bogor, Sabtu (29/11/2025).

RM.id  Rakyat Merdeka - Musyawarah Unit Kerja PT Yamaha Music Manufacturing Indonesia (YMMI) di Kabupaten Bogor, Sabtu (29/11/2025), diwarnai kehadiran sejumlah tokoh nasional, termasuk Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan pengamat politik Rocky Gerung. Acara yang digelar serikat pekerja PUK LEM SPSI itu juga dihadiri pimpinan YMMI serta perwakilan berbagai organisasi buruh dari tingkat provinsi dan nasional.

Hadir dalam kegiatan tersebut Presiden Direktur YMMI Kenichi Tsucia, Direktur SDM Chilmar, Ketua PUK LEM SPSI Gora Alfred FM, serta tokoh-tokoh buruh seperti Wahidin (PPMI), Sunarno (KASBI), Rudi HB Daman (GSBI), Sunarti (SBSI 92), dan Jumhur Hidayat (KSPSI).

Menteri Koperasi Ferry Juliantono hadir setelah melakukan konsolidasi program Koperasi Desa Merah Putih di 100 desa di Kabupaten Bogor. Dalam pemaparannya, Ferry menyebut saat ini tengah berlangsung pergeseran paradigma dari ekonomi yang terlalu kapitalistik menuju ekonomi berorientasi kerakyatan.

Baca juga : Pertamina Kerahkan Pelita Air Salurkan Bantuan Dan Evakuasi

“Pergeseran ini telah digariskan Presiden Prabowo. Ini tugas ideologis yang diberikan kepada saya selaku Menkop, dan dengan dukungan penuh Presiden berbagai hambatan dapat diatasi,” ujarnya.

Ferry menjelaskan bahwa masyarakat desa harus lebih produktif melalui koperasi. Pemerintah, kata dia, mendorong pembentukan Koperasi Desa Merah Putih sebagai wadah produksi, distribusi, hingga simpan pinjam untuk mengurangi ketergantungan pada rentenir. Ia menyebut program itu menargetkan pembentukan lebih dari 80 ribu gudang dan outlet penyimpanan hasil panen, termasuk sayur, buah, dan ikan.

Sementara itu, Rocky Gerung menyoroti relasi buruh dan pengusaha yang menurutnya tidak hanya berupa perjanjian ekonomi, tetapi perjanjian sosial. Jika rasa keadilan tidak terpenuhi, katanya, buruh dapat menyampaikan protes sosial sebagai koreksi.

Baca juga : Kapolri Hadiri Jalan Santai PWI, Tekankan Pentingnya Sinergi Dengan Pers

Sejalan dengan pandangan Menteri Koperasi, Rocky menegaskan bahwa buruh dan koperasi merupakan gerakan yang berpotensi mengubah paradigma pembangunan dari orientasi kapitalistik menuju lebih kerakyatan atau sosialistik.

Menanggapi kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Sadewa yang tidak memajaki rakyat dalam situasi ekonomi melemah, Rocky menilai langkah itu tepat. Namun ia menekankan perlunya kebijakan yang mampu membangkitkan harapan melalui pertumbuhan industri yang sehat.

“Industri adalah motor pertumbuhan, dan koperasi harus diaktifkan sebagai entitas penuh, bukan hanya pelengkap industrialisasi,” tutup Rocky.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.