Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Bahlil Turun Gunung Ke Palembayan, Dengar Jerit Warga & Minta Evakuasi Dikebut
Jumat, 5 Desember 2025 10:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Derita warga Palembayan, Agam, Sumatera Barat, usai diterjang banjir bandang, menyisakan kisah memilukan. Rabu (3/12/2025) pagi, dua bocah di Kampung Balai Jorong Kayu Pasak meniti lumpur tebal yang menenggelamkan rumah dan surau tempat mereka mengaji. Tak ada lagi tawa anak-anak. Yang tersisa hanya puing kayu dan duka.
“Saya trauma. Tingginya sepohon kelapa,” ujar seorang siswa kelas 6 SD yang kehilangan beberapa teman sebayanya. Mereka belum ditemukan, diduga hanyut dalam banjir bercampur lumpur, pasir, dan batu.
Rika (42), pemilik warung kelontong, menceritakan bahwa terjangan air datang dua kali dalam hitungan menit. “Hempasan gelombang banjir datang dua kali. Gak sampai lima menit,” kenangnya. Surau dan rumah di samping warungnya luluh lantak, tetapi bangunan kayu tempat ia berjualan masih berdiri.
Baca juga : Lewat Tanggung Jawab Sosial Lingkungan, Pertamina Edukasi Keberlanjutan Energi
Saat suara air mengaum, Rika hanya sempat menggandeng anaknya menuju dataran tinggi. “Pas dateng air-nya bukan coklat lagi tapi hitam,” sebutnya. Warga mengaku mendengar gemuruh selama tiga hari sebelum banjir, “mirip talempong agung,” kata Meliyanti, warga lain. “Kalau kata nenek moyang kami, ular naga mau lewat.”
Derasnya air menghantam tiga kampung sekaligus. Sungai yang semula hanya 25 meter melebar menjadi 250 meter. Sebanyak 1.511 jiwa mengungsi. Sekitar 165 orang meninggal, dan ratusan lainnya masih hilang. “Itu harus upayakan dievakuasi. Harus dicari,” tegas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat meninjau langsung lokasi bencana.
Empati Bahlil Mengalir di Tengah Reruntuhan
Ahmad (23) yang baru setahun pindah dari Ciledug, Tangerang, masih syok mengingat detik-detik banjir menerjang rumahnya. “Tadinya saya pasrah, tapi setelah itu saya putuskan keluar. Anehnya kok tiba-tiba surut,” ceritanya. Ketika keluar rumah, ia tak menemukan keluarganya.
Baca juga : PGN Salurkan Gas Bumi Ke Wisma Atlet, Hadirkan Energi Bersih Di Rusun
Ahmad sempat menggendong bayi yang dibawa arus. “Akhirnya saya taruh di puing-puing biar gampang dicari. Saya ga tau itu anak siapa,” ucapnya lirih. Dua hari kemudian ia bertemu orang tuanya di pengungsian, namun adik perempuannya masih belum ditemukan.
Di lokasi, Bahlil tak hanya meninjau kerusakan. Ia berbincang dengan warga, mendengar langsung kebutuhan mereka, terutama soal masa depan anak-anak yang terhenti sekolahnya.
“Tolong dipikirkan sekolah anak-anak, jangan sampai berhenti terlalu lama. Kasihan mereka. Berikan perlengkapan sekolah untuk mereka dan segera diperbaiki sekolah mereka yang rusak,” ucap Bahlil.
Baca juga : Ada Kurir Sabu Ditangkap, Pelni Minta Pengawasan Diperketat
Kunjungannya juga diwarnai momen haru ketika ia mendapati sebuah masjid tua era 1980-an tetap kokoh meski diterjang banjir besar. “Masya Allah, ini kuasa Allah. Masjid ini bangunan tua tahun 80-an. Secara pondasi memang kuat,” ujarnya.
Melihat harapan warga yang ingin kembali menghidupkan kegiatan pengajian, Bahlil langsung merespons. Ia berjanji membantu mengaktifkan kembali pengajian Jumat malam. “Saya akan bantu biar aktivitas masjid ini kembali berjalan,” katanya, disambut anggukan penuh harap dari warga.
Banjir boleh merusak kampung, tapi kehadiran dan empati di lapangan memberi sinyal bahwa negara tidak membiarkan warga Palembayan berjuang sendiri.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya