Dark/Light Mode

HAI Apresiasi Peran Polri Tangani Bencana Sumatera

Rabu, 10 Desember 2025 12:44 WIB
Direktur Haidar Alwi Institut (HAI) Sandri Rumanama (kanan). (Dok. HAI)
Direktur Haidar Alwi Institut (HAI) Sandri Rumanama (kanan). (Dok. HAI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Haidar Alwi Institut (HAI), Sandri Rumanama mengapresiasi peran Polri dalam menangani bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera. Kata Sandri, Polri sebagai garda terdepan dalam setiap penanganan bencana di Indonesia. 

“Polri selalu menjadi garda terdepan dalam setiap penanganan bencana di Indonesia. Namun, framing media sosial terhadap kinerja Polri justru sering kali dibangun secara buruk dan tidak adil," kata Sandri, dalam keterangannya, Selasa (9/12/2025). 

Menurut Sandri, peran Polri lebih dari sekadar menjalankan fungsi keamanan. "Polri menjadi ujung tombak evakuasi, distribusi bantuan, penyelamatan korban, hingga pemulihan sosial masyarakat terdampak. Fakta tersebut adalah realitas yang tak bisa dibantah," tegas Sandri. 

Baca juga : PLN Nusantara Power Siaga dan Salurkan Bantuan Bencana di Aceh

Karena itu, ia pun heran masih ada pihak-pihak yang mendiskreditkan kinerja Polri lewat opini ruang digital. Di mana, narasi negatif sering kali lebih cepat menyebar dibandingkan fakta di lapangan.

“Komunikasi negara harus jauh lebih komprehensif, strategis, dan cepat. Negara tidak boleh kalah oleh influencer dan buzzer. Negara harus menjadi pengendali utama narasi publik," cetus Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) itu. 

Sandri menegaskan perang opini di media sosial hari ini adalah bagian dari medan pertahanan negara modern. Bila tidak dikelola secara serius, maka institusi negara, termasuk Polri akan terus menjadi sasaran pembentukan persepsi yang menyesatkan publik.

Baca juga : Gerindra Acungkan Jempol Ke Pemerintah

Lebih jauh, ia menekankan keadilan informasi adalah bagian dari keadilan sosial. Ketika kerja kemanusiaan dipelintir oleh narasi negatif, maka yang dirugikan bukan hanya institusi, tetapi juga kepercayaan rakyat terhadap negara itu sendiri.

“Membela kebenaran bukan berarti membela institusi secara buta. Ini adalah soal membela fakta, membela kerja kemanusiaan, dan membela martabat negara di mata rakyatnya sendiri," nilai Sandri. 

Sandri mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga kewarasan ruang publik, meluruskan informasi, dan memastikan nilai kemanusiaan, keadilan, dan kebenaran tetap menjadi panglima dalam setiap peristiwa bangsa. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.