Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Kerusakan infrastruktur kelistrikan akibat banjir dan longsor di sejumlah wilayah Aceh tergolong parah karena menyentuh jaringan utama, termasuk transmisi, gardu induk, hingga pembangkit. Di tengah kondisi tersebut dan akses lokasi yang menantang pasca bencana, proses pemulihan listrik dinilai cepat.
Akademisi sekaligus Wakil Direktur IV Politeknik Negeri Lhokseumawe, Muhammad Arifai mengatakan, tantangan utama pemulihan saat ini adalah kombinasi antara kerusakan infrastruktur yang berat dan keterbatasan akses ke titik-titik terdampak.
"Tantangan terbesarnya ada pada rusaknya infrastruktur dan akses yang sulit. Namun di tengah kondisi itu, ritme pemulihannya tetap terbilang cepat,” ujar Arifai.
Baca juga : Wali Nanggroe: Pemulihan Kelistrikan Pasca Bencana Dilakukan Bertahap
Ia menjelaskan, setelah akses mulai terbuka dan perbaikan fisik dilakukan, tahapan paling krusial dalam pemulihan listrik adalah proses sinkronisasi antara pembangkit dan sistem jaringan.
“Sinkronisasi ini tidak bisa tergesa-gesa. Tegangan, frekuensi, dan fase harus benar-benar presisi. Kalau dipaksakan, risikonya bisa menimbulkan gangguan lanjutan,” tegasnya.
Sebelum sinkronisasi dilakukan, seluruh peralatan yang sempat terendam banjir harus melalui proses pengeringan, pembersihan, inspeksi, dan pengujian untuk memastikan sistem aman saat kembali dioperasikan.
Baca juga : Bahlil Ngebut Pulihkan Listrik Aceh, PLN Diminta Gaspol
Usai sinkronisasi, langkah lanjutan dilakukan untuk menjaga keandalan sistem, seperti penyesuaian proteksi, pemantauan melalui SCADA, serta penyeimbangan beban antarwilayah agar tidak terjadi kelebihan beban.
Arifai juga menegaskan, khusus di wilayah terdampak longsor, pekerjaan kelistrikan baru dapat dilakukan setelah kondisi tanah benar-benar stabil.
“Kalau tanah belum stabil lalu jaringan langsung dipasang, risikonya rusak kembali. Karena itu pekerjaan sipil dan kelistrikan harus berjalan seiring,” ingatnya.
Baca juga : Pakar UGM Soroti Mitigasi Pemulihan Infrastruktur Komunikasi Pasca Bencana
Meski pemulihan tidak bisa dilakukan secara instan karena menyangkut keselamatan sistem, Arifai menilai percepatan pemulihan tetap nyata karena berbagai pekerjaan dilakukan secara paralel.
“Prosesnya memang bertahap, tapi percepatannya terukur dan terlihat di lapangan,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya