Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Waspadai Bencana Di Nataru 2026
Gerindra Dorong Mitigasi Bencana Jadi Perhatian
Sabtu, 13 Desember 2025 06:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Mitigasi bencana jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 sangat diperlukan. Bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) cukup menjadi pelajaran bagi daerah lain di Tanah Air.
Politikus Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan, mitigasi bencana penting dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan, terutama kepala daerah seantero Tanah Air. Terlebih, saat ini cuaca ekstrem dan memasuki Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
“BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) juga meminta Pemerintah meningkatkan kewaspadaan nasional menghadapi cuaca ekstrem selama Nataru 2026,” kata Andre dikutip dari situs Partai Gerindra, Jumat (12/12/2025).
Saat Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis (11/12/2025), bersama PT Pertamina Patra Niaga, PT PLN (Persero) dan PT Hutama Karya (Persero), Andre juga mengingatkan pentingnya kesiapan sektor energi dan infrastruktur menjelang Nataru.
“Mitigasi bencana di luar Pulau Sumatera, termasuk Yogya, wajib dihitung secara matang,” kata Wakil Komisi VI DPR ini.
Baca juga : Pemerasan Izin RPTKA, 8 Eks Pejabat Kemnaker Kantongi Rp 135,2 Miliar
Yogya, kata Andre, menjadi salah satu destinasi wisata favorit masyarakat Indonesia. Bahkan, saat akhir pekan trafik kunjungan wisatawan bertmabah tinggi. Apalagi nanti, pada periode Natal dan Tahun Baru.
“Otomatis kebutuhan BBM serta puncak arus listriknya juga semakin tinggi. Nah, ini yang harus diantisipasi,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat (Sumbar) ini.
Selain sektor energi, Andre juga menyoroti kesiapan infrastruktur jalan tol yang dikelola Hutama Karya. Dia menegaskan, penguatan kesiapan infrastruktur menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran arus mudik dan aktivitas liburan masyarakat.
“Kunker Komisi VI DPR ini untuk memastikan pasokan energi tetap aman, serta memperkuat langkah mitigasi bencana guna menjamin pelayanan publik berjalan optimal selama periode libur Nataru 2026,” tandasnya.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan Pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan nasional menghadapi potensi cuaca ekstrem selama libur Nataru 2026.
Baca juga : Pemda Diingatkan Harus Punya Cadangan Pangan
Peringatan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Persiapan Nataru 2026 yang dipimpin Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno di Jakarta, Selasa (9/12/2025).
Plt Sekretaris Utama BMKG Guswanto memaparkan, periode Desember 2025 hingga Januari 2026 bertepatan dengan puncak musim hujan. Kondisi tersebut meningkatkan potensi curah hujan tinggi hingga sangat tinggi di sejumlah wilayah.
“Yaitu, Jawa, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Papua Selatan dan sebagian besar Kalimantan,” ungkapnya.
Guswanto menjelaskan, berbagai fenomena atmosfer berpotensi aktif secara bersamaan selama masa libur panjang, seperti Monsun Asia, Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, gelombang Rossby, La Nina lemah, serta kemunculan bibit siklon tropis 93W dan 91S.
“Kombinasi ini dapat memperkuat intensitas hujan, angin kencang, hingga gelombang laut tinggi,” katanya.
Baca juga : Jalur Sepeda Dan Kendaraan Sebaiknya Dipisahkan Saja
Lebih lanjut, kata Guswanto, BMKG membagi dinamika cuaca dalam tiga fase. Pertama, 15-22 Desember 2025 dengan hujan lebat mendominasi. Kedua, 22-29 Desember 2025 intensitas hujan menurun. Ketiga, 29 Desember 2025-10 Januari 2026 curah hujan kembali meningkat, terutama di Pulau Jawa.
“Yang perlu diwaspadai adalah tingginya intensitas hujan, angin kencang, gelombang tinggi, serta dampak tidak langsung dari bibit siklon tropis. Semua ini dapat memengaruhi aktivitas transportasi darat, laut dan udara,” ujar Guswanto.
Sebagai upaya mitigasi langsung, kata Guswanto, BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemerintah Daerah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyiagakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Aceh, Sumatera Utara, Sumatra Barat, Jawa Barat dan Jawa Timur.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi dari kanal BMKG,” tandas Guswanto. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya