Dark/Light Mode

Pasca Banjir Sumut, Menteri PU Sebut Jalan Lintas Timur Sudah Bisa Dilalui

Selasa, 16 Desember 2025 14:40 WIB
Kondisi Jalan Lintas Timur Sumatera Utara
Kondisi Jalan Lintas Timur Sumatera Utara

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memastikan konektivitas utama di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) berangsur pulih pascabencana hidrometeorologi. 

Ruas strategis Lintas Timur yang menghubungkan Medan–Binjai–Pangkalan Brandan–Tanjung Pura hingga perbatasan Aceh sudah dapat dilalui, seiring percepatan penanganan infrastruktur jalan dan jembatan. 

Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan, bahwa Kementeriam PU terus melakukan penanganan jalan dan jembatanan untuk memastikan akses masyarakat dan distribusi logistik berjalan normal. 

“Pascabencana banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumatera Barat, pembukaan kembali jalur transportasi menjadi prioritas utama sebelum pemerintah berbicara lebih jauh mengenai tahap rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur,” kata Menteri Dody dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/12/2025)

Baca juga : Pembalakan Liar Mulai Ditertibkan

Untuk mendukung percepatan penanganan, Kementerian PU bersama Pemerintah Provinsi Sumut telah menurunkan 96 unit alat berat, 6 unit alat pendukung, serta 1.957 unit bahan dan material penanganan bencana yang difokuskan pada pembukaan akses, perbaikan darurat, dan pembersihan material banjir.

Berdasarkan pendataan sementara, bencana berdampak pada 12 ruas jalan nasional dan 4 jembatan nasional, serta 21 ruas jalan daerah dan 4 jembatan daerah di berbagai Kabupaten/Kota. Penanganan darurat terus dilakukan secara bertahap untuk memastikan jalur vital tetap berfungsi.

Di jaringan jalan tol, seluruh ruas terdampak di Sumut telah kembali beroperasi normal. Namun, pada Ruas Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi masih diberlakukan rekayasa lalu lintas contra flow sejak 4 Desember 2025. 

Kementerian PU menargetkan ruas tersebut dapat kembali beroperasi normal sepenuhnya sebelum 16 Desember 2025.

Baca juga : Prabowo Tegaskan, Pembalakan Liar Sudah Mulai Ditertibkan

Selain pemulihan konektivitas, penanganan bencana di Sumut juga difokuskan pada pengendalian banjir dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Di sektor Sumber Daya Air, tercatat sebanyak 51 sungai, 7 bendung, dan 9 sistem air baku terdampak bencana di Sumut. 

Kementerian PU terus melakukan identifikasi kerusakan dan penanganan darurat untuk menjaga fungsi infrastruktur pengendalian banjir dan ketersediaan air.

Pada sektor permukiman, Kementerian PU telah mengidentifikasi kerusakan infrastruktur SPAM dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) sebanyak 34 unit.

Untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat, dukungan darurat disalurkan berupa 66 hidran umum, 8 mobil tangki air, 21 unit toilet portable, 4 unit biority, 3 mobil toilet, serta 1 unit pipa mobile.

Baca juga : Kemenhut Diminta Buka Identitas 12 Perusahaan

Selain itu, bencana juga berdampak pada prasarana strategis sosial, meliputi 231 unit sekolah, 121 unit madrasah, 39 unit pondok pesantren, 18 unit pasar, 9 fasilitas kesehatan, serta 36 rumah ibadah.

Data ini menjadi dasar penyiapan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.