Dark/Light Mode

Kemdiktisaintek dan KP2MI Teken MoU Perkuat SDM Berdaya Saing Global

Rabu, 24 Desember 2025 20:26 WIB
Foto: Humas Dikti
Foto: Humas Dikti

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi/Kemdiktisaintek) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/KP2MI) sebagai langkah strategis memperkuat sinergi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan berdaya saing global, Rabu (24/12).

Penandatanganan MoU ini menjadi komitmen bersama untuk memastikan lulusan pendidikan tinggi dan vokasi memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, baik di dalam negeri maupun pasar kerja internasional, sekaligus memperoleh pelindungan yang memadai.

Baca juga : Empat Pilar Keunggulan PPM Manajemen Perkuat Standar Nasional

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa pekerja migran Indonesia merupakan representasi kualitas SDM bangsa di tingkat global.

“Pekerja migran Indonesia bukan sekadar tenaga kerja, melainkan duta bangsa yang menunjukkan kompetensi, profesionalisme, dan daya saing SDM Indonesia di panggung internasional. Karena itu, pendidikan tinggi dan vokasi harus menyiapkan lulusan dengan keterampilan, sertifikasi, serta kemampuan bahasa sesuai kebutuhan negara tujuan,” ujar Brian.

Baca juga : Pemerintah Dorong Keadilan Energi Lewat SPBU Nelayan Di Donggala

Kolaborasi Kemdiktisaintek dan KP2MI dinilai krusial mengingat jumlah penduduk usia produktif Indonesia saat ini hampir dua kali lipat dibandingkan penduduk usia anak dan lanjut usia. Tanpa kesiapan SDM yang memadai, bonus demografi berpotensi menjadi tantangan sosial dan ekonomi. Sinergi lintas kementerian diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara output pendidikan dan kebutuhan kompetensi dunia kerja.

Sementara itu, Menteri KP2MI Mukhtarudin menyampaikan bahwa peningkatan kualitas pekerja migran harus dimulai sejak pra-penempatan melalui penguatan pendidikan dan pelatihan.

Baca juga : Kembangkan Ekonomi Kreatif, Menteri Ekraf Perluas Kerja Sama Global

“Kunci utama pelindungan pekerja migran adalah peningkatan kualitas SDM. Pekerja dengan keterampilan tinggi, sertifikasi, dan kemampuan bahasa yang baik akan lebih terlindungi serta mampu mengisi peluang kerja profesional di luar negeri,” tegas Mukhtarudin.

Melalui MoU ini, kedua kementerian memperkuat keterkaitan pendidikan tinggi dan vokasi dengan kebutuhan pasar kerja melalui penyelarasan kurikulum berbasis industri, penguatan pendidikan vokasi, peningkatan keterampilan melalui upskilling dan reskilling, pengembangan kemampuan bahasa asing sesuai negara tujuan, serta dukungan sertifikasi kompetensi yang diakui secara internasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.