Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kesepakatan AS-Iran Belum Final, Trump: Kalau Saya Tak Suka, Pemboman Berlanjut
- Mentan Amran Targetkan Swasembada Bawang Putih Dalam 3 Tahun
- Batal Ke Rusia, Prabowo Fokus Tuntaskan Agenda Dalam Negeri
- PLN Indonesia Power Dukung Kids English Fun 2026, Cetak Generasi Unggul
- Austria Tekuk Yordania, Tempel Argentina di Klasemen Grup J
LPOI Peringatkan Krisis Ekologi dan Global, Serukan Konsolidasi Nasional
Rabu, 31 Desember 2025 15:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) menyerukan kewaspadaan nasional menyusul krisis lingkungan hidup, bencana ekologis, serta meningkatnya turbulensi global yang dinilai berpotensi menekan Indonesia dari berbagai sisi.
Ketua Umum LPOI Said Aqil Siroj menegaskan, krisis ekologi, ketegangan geopolitik global, hingga perlambatan ekonomi dunia harus diantisipasi secara serius dan terukur oleh seluruh pemangku kepentingan bangsa.
“Seluruh penyelenggara negara harus lebih waspada dan sigap dalam melakukan mitigasi krisis ekologi dunia dan turbulensi global yang berpotensi menempatkan Indonesia dalam kondisi tidak menguntungkan,” kata Said Aqil dalam pernyataan pers LPOI, Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Menurutnya, di tengah ancaman krisis global, seluruh warga bangsa perlu memperkuat solidaritas sosial dan meneguhkan komitmen kebangsaan agar tidak mudah terpecah belah. Ia menekankan pentingnya mempercepat semangat gotong royong, kepedulian sosial, produktivitas, dan inovasi untuk memperkuat daya tahan sosial, ekonomi, dan ekologi nasional.
Baca juga : DPR-Menteri-Kepala Daerah Konsolidasi Nasional Di Aceh
Said Aqil yang juga anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mendorong percepatan konsolidasi nasional yang meliputi konsolidasi ekologi, sosial, ekonomi, dan spiritual.
“Kita harus segera melakukan pemulihan ekosistem, mewujudkan keadilan ekologis, dan mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan serta bijaksana, dengan mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan secara holistik sebelum semuanya terlambat,” ujarnya.
Selain konsolidasi ekologi dan ekonomi, LPOI juga menekankan pentingnya konsolidasi spiritual melalui doa bersama, penguatan nilai keimanan, sedekah sosial, serta kepedulian terhadap alam dan bumi.
“Sebagai bangsa yang berketuhanan, ikhtiar spiritual tidak boleh diabaikan. Doa adalah benteng terpenting bagi keselamatan bangsa dan negara,” tegas Said Aqil.
Baca juga : Peringkat Tuberkulosis China Turun Ke Posisi Empat Dunia
Dalam pernyataan sikapnya, LPOI menyebut bencana alam yang terjadi belakangan ini sebagai peringatan keras atas kelalaian dalam menjaga mandat ekologis. LPOI mendesak percepatan penanganan bencana dan pemulihan pascabencana, serta pembangunan ketahanan bencana nasional yang lebih kuat.
LPOI juga mendorong pemerintah meningkatkan kewaspadaan nasional menghadapi kemungkinan turbulensi global, memperkuat sistem deteksi dini, serta mempercepat implementasi kesukarelaan bela negara.
Selain itu, LPOI mendesak korporasi pengelola sumber daya alam untuk bertanggung jawab atas pemulihan lingkungan dan berkontribusi nyata dalam pembiayaan pemulihan bencana, serta meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pelaku perusakan lingkungan.
Tak hanya itu, LPOI meminta pemerintah mempercepat pertumbuhan ekonomi berkualitas yang berpihak pada sektor ekonomi kerakyatan, memperkuat kemandirian pangan, energi, dan air, serta menegakkan keadilan sosial dan pemberantasan korupsi secara tegas.
Baca juga : KPK Beberkan Kronologi Penyerahan Diri Kasi Datun Kejari HSU
“Optimisme harus terus dibangun. Tahun 2026 harus menjadi momentum kebangkitan dan kemakmuran Indonesia dengan kerja nyata, persatuan, dan ridho Allah SWT,” pungkas Said Aqil.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya