Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan
Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Global TB Report 2025 menunjukkan bahwa Indonesia tetap menduduki peringkat kedua dunia sebagai penyumbang kasus tuberkulosis (TB) terbanyak. Hal yang menarik dan patut dipelajari adalah pergeseran peringkat China dalam beberapa tahun terakhir.
China yang sebelumnya berada di peringkat kedua dunia, kemudian turun ke peringkat ketiga dengan jumlah kasus di bawah Indonesia, kini bahkan menempati peringkat keempat, berada di bawah Indonesia dan Filipina. Data WHO Global Tuberculosis Report 2025 menunjukkan bahwa China mencatat 6,5 persen dari seluruh kasus TB dunia, sementara Indonesia menyumbang 10 persen dan Filipina 6,8 persen.
Baca juga : Sarwendah, Nikmati Naik Dan Turun Kehidupan
Keberhasilan China tidak terlepas dari tingginya tingkat keberhasilan pengobatan (treatment success rate). Selama bertahun-tahun, tingkat keberhasilan pengobatan TB sensitif obat (drug-susceptible TB) di negara tersebut konsisten berada di atas 90 persen.
Sementara itu, tingkat keberhasilan pengobatan untuk TB resisten obat atau TB resisten rifampisin (multidrug/rifampicin-resistant TB/MDR-RR TB) tercatat sebesar 67,38 persen. Sebagai perbandingan, hingga 15 Oktober 2025, tingkat keberhasilan pengobatan di Indonesia tercatat sebesar 81 persen untuk TB sensitif obat dan 59 persen untuk TB resisten obat.
Baca juga : Kilang Pertamina Kembangkan Teknologi WSA untuk Tekan Emisi dan Efisiensi Energi
Data juga menunjukkan bahwa China berhasil menurunkan angka insiden TB (kasus baru) serta angka kematian akibat TB hingga sekitar 30 persen sejak 2012. Di Kota Beijing, misalnya, penurunan insiden TB rata-rata mencapai 4,5 persen per tahun dalam satu dekade terakhir.
Pemerintah China saat ini terus memperkuat berbagai program pengendalian TB dengan target menurunkan insiden hingga di bawah 30 kasus per 100.000 penduduk pada tahun 2030. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui peningkatan terapi pencegahan bagi tuberkulosis laten.
Baca juga : Serigala Merah Jaga Posisi Empat Besar Usai Tekuk Como 1907
Keberhasilan China ini dinilai dapat menjadi pelajaran penting bagi Indonesia dalam memperkuat penanganan TB nasional, yang saat ini menjadi salah satu program prioritas dalam Asta Cita.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya