Dark/Light Mode

Luthfi Siapkan Infrastruktur, Jateng Siap Take Off Program Pro Rakyat 2026

Kamis, 1 Januari 2026 07:41 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. (Foto : Pemprov Jateng)
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. (Foto : Pemprov Jateng)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tahun 2025 menjadi fondasi penting bagi arah pembangunan Jawa Tengah. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng menyiapkan infrastruktur secara menyeluruh agar pada 2026 program-program yang lebih berpihak kepada rakyat bisa langsung dijalankan.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, sejak awal kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, pihaknya telah menyusun peta jalan (road map) dan cetak biru (blue print) pembangunan lima tahunan.

“Kita sudah membuat suatu road map atau blue print tentang pembangunan di Jawa Tengah,” kata Luthfi saat Refleksi dan Doa Bersama Akhir Tahun di Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (31/12/2025).

Baca juga : Polri Kerahkan 11.625 Personel & Infrastruktur Lengkap Tangani Bencana Sumatera

Menurut Luthfi, arah pembangunan Jawa Tengah telah tertuang secara jelas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Tengah dan dilaksanakan dengan semangat kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan.

“Arah pembangunan sudah jelas. Pada 2025 telah kita siapkan terkait dengan infrastruktur. Jadi infrastruktur ini kita gunakan untuk menyiapkan, agar 2026 bisa take off kepada program yang lebih berkepentingan atau berpihak kepada rakyat,” ujarnya, didampingi Taj Yasin.

Ia menjelaskan, penyiapan infrastruktur dilakukan secara komprehensif, mulai dari infrastruktur sumber daya manusia, sarana prasarana seperti jalan, infrastruktur pertanian, hingga infrastruktur pendukung program strategis 2026.

Baca juga : Mendekati Perayaan Nataru, Infrastruktur Dan Stok BBM Kunci Lancarnya Perjalanan

“Kalau infrastruktur itu sudah disiapkan pada 2025, maka 2026 nanti Provinsi Jawa Tengah memiliki dasar untuk mendukung program pemerintah pusat, dalam hal ini adalah swasembada pangan,” jelas Luthfi.

Jawa Tengah, lanjutnya, diproyeksikan menjadi lumbung pangan nasional sekaligus penopang industri nasional. Dalam kesempatan tersebut, Luthfi juga memaparkan capaian kinerja sepanjang 2025 yang menunjukkan tren positif.

Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah hingga triwulan III 2025 tercatat mencapai 5,37 persen secara year on year (YoY), lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 5,04 persen YoY. Realisasi investasi hingga triwulan III 2025 mencapai Rp66,13 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 326.462 orang atau tertinggi kedua di Pulau Jawa.

Baca juga : PGN Genjot Infrastruktur Dan Kolaborasi Hadapi Tantangan 2026

Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) per Agustus 2025 berada di angka 4,66 persen, turun 0,12 persen dibandingkan Agustus 2024. Angka kemiskinan pada Maret 2025 tercatat sebesar 9,48 persen, menurun dibandingkan September 2024 yang sebesar 9,58 persen.

“Pada 2026, iklim investasi harus kita genjot, sehingga tidak terlalu mengandalkan APBD dan PAD semata. Investasi ini menjadi prioritas utama. Dengan sudah disiapkannya infrastruktur, maka kecepatan pembangunan di wilayah kita akan meningkat,” beber Luthfi.

Acara Refleksi dan Doa Bersama Akhir Tahun digelar sebagai bentuk syukur atas capaian sepanjang 2025 sekaligus menyambut tahun 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Sekda Jateng Sumarno, para asisten sekda, serta seluruh kepala OPD dan BUMD Jawa Tengah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.