Dark/Light Mode

Menteri PKP Libatkan UI Untuk Perkuat Program Perumahan Rakyat

Rabu, 29 Oktober 2025 16:37 WIB
Teken MoU Kementerian PKP dengan Rektor UI, Heri Hermansyah untuk memperkuat riset, kajian dan pendampingan teknis dalam program perumahan rakyat, di Jakarta Selasa (28/10/2025).
Teken MoU Kementerian PKP dengan Rektor UI, Heri Hermansyah untuk memperkuat riset, kajian dan pendampingan teknis dalam program perumahan rakyat, di Jakarta Selasa (28/10/2025).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menggandeng Universitas Indonesia (UI) untuk memperkuat riset, kajian dan pendampingan teknis dalam program perumahan rakyat. 

Di mana, tahun depan 80 persen anggaran Perumahan dan Kawasan Permukiman bakal difokuskan untuk Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah.

Hal itu diungkapkan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait usai menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Rektor UI, Heri Hermansyah di Jakarta Selasa (28/10/2025).

"Kita perlu evaluasi dari sisi legal, teknis dan pemberdayaan agar pelaksanaan BSPS semakin efektif. Mulai Februari 2026, program ini harus sudah berjalan optimal," tegas Ara sapaan akrabnya.

Baca juga : BI Gelar Edukasi Keuangan Buat Pelajar Sekolah Rakyat

Selain program BSPS, Pemerintah juga menargetkan pembangunan 350 ribu rumah subsidi tahun ini, dan jumlah yang sama tahun depan. 

Ia menambahkan, saat ini tengah disiapkan kajian hukum untuk memperkuat payung hukum rumah subsidi sebagai program andalan kementerian.

Ara juga mengungkapkan rencana pengembangan rumah subsidi vertikal atau rumah susun (rusun) untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin memiliki rumah di kawasan perkotaan.

"Banyak warga ingin rumah subsidi di tengah kota. Karena itu, kami siapkan skema rumah subsidi vertikal dengan pilot project di Makassar, Surabaya, Jakarta dan Medan. Kami mohon dukungan kajian dari UI agar aspek teknis dan kebijakannya makin matang," ujarnya.

Baca juga : Arsitek HR Kembangkan SDM Berakhlak Lewat Program Komunikasi di Pesantren

Kerja sama dengan UI juga mencakup evaluasi serta penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis data lapangan. 

Mantan Anggota DPR RI ini bahkan membuka peluang pertemuan daring rutin antara tim akademik UI dan tenaga teknis di lapangan.

"Kami butuh masukan tajam dari UI, termasuk survei sampling, agar kebijakan yang diambil benar-benar berbasis kondisi nyata di masyarakat," katanya.

Sementara itu, Rektor Universitas Indonesia (UI) Heri Hermansyah mengapresiasi kepercayaan yang diberikan Kementerian PKP.

Baca juga : Buku Pendidikan Bermutu Untuk Semua Gali Pemikiran Abdul Mu’ti

"Selama tiga bulan terakhir, kami telah membahas ruang lingkup kerja sama ini. MoU ini menjadi payung hukum kerja sama lebih detail antara Kementerian PKP dan UI, termasuk melalui Lembaga Teknologi serta Lembaga Pendidikan Ekonomi Masyarakat (LPM) yang akan menindaklanjuti program lanjutan," ujarnya.

“Kami akan menjaga kepercayaan ini dan memastikan hasil kajian kami memberi manfaat nyata bagi masyarakat," tutup Heri.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.