Dark/Light Mode

Menhan Pimpin Satgas Kuala, Normalisasi Sungai Tamiang Segera Dimulai

Minggu, 4 Januari 2026 21:20 WIB
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Minggu (4/1/2026). (Dok. Kemenhan)
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Minggu (4/1/2026). (Dok. Kemenhan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Minggu (4/1/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau langsung kondisi sungai dan muara Tamiang sekaligus memimpin rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Satuan Tugas (Satgas) Kuala.

Kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari operasi terpadu pemerintah dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah yang terdampak banjir serta pendangkalan sungai.

Mengawali rangkaian kegiatan, Menhan Sjafrie melakukan peninjauan udara menggunakan helikopter guna memperoleh gambaran menyeluruh terkait kondisi alur sungai, tingkat sedimentasi, serta kawasan muara. Setelah itu, Menhan melanjutkan peninjauan langsung sepanjang sungai hingga ke muara Tamiang menggunakan kapal untuk memastikan kesiapan lokasi dan memahami permasalahan teknis di lapangan secara detail.

Baca juga : Di-SP3 KPK, Kini Kasus Korupsi Izin Tambang Konawe Utara Disidik Kejagung

Usai peninjauan, Menhan memimpin rapat koordinasi yang digelar di Kantor Desa Tangsi Lama, Kecamatan Seruway. Rapat tersebut dihadiri Wakil Panglima TNI, Staf Khusus Presiden Bidang Infrastruktur, Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan) Kementerian Pertahanan, Pangdam Iskandar Muda, serta Bupati Aceh Tamiang.

Rapat koordinasi difokuskan pada sinkronisasi rencana teknis pelaksanaan Satgas Kuala, kesiapan pengerahan alat berat, dukungan logistik, serta integrasi program Satgas dengan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang tengah dan akan dilaksanakan oleh pemerintah daerah maupun kementerian/lembaga terkait.

Dalam arahannya, Menhan Sjafrie menegaskan bahwa pengerahan alat berat oleh Satgas Kuala direncanakan mulai dilaksanakan dalam dua pekan ke depan. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat proses normalisasi sungai dan muara agar berjalan seiring dan selaras dengan program pemulihan wilayah terdampak.

Baca juga : Pengecoran Dikebut, Jembatan Di Nagari Malalak Agam Segera Tersambung

Menhan juga menekankan bahwa pembentukan Satgas Kuala tidak hanya berorientasi pada pengerukan dan normalisasi sungai semata, tetapi memiliki tujuan strategis yang lebih luas, yakni mendukung pemulihan serta penguatan perekonomian masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai dan kawasan muara Tamiang.

“Normalisasi alur sungai diharapkan mampu memulihkan akses transportasi air, aktivitas nelayan, pertanian, serta perdagangan masyarakat yang selama ini terdampak pendangkalan dan banjir,” ujar Menhan dalam rapat tersebut.

Kegiatan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan solusi terpadu dan berkelanjutan melalui sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, TNI, dan pemerintah daerah, sehingga penanganan pasca bencana tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.