Dark/Light Mode

Dialog Sosial APINDO-KSPSI

Pengusaha dan Buruh Kompak Dorong Perkuatan Sistem Ekonomi Domestik

Kamis, 15 Januari 2026 12:43 WIB
Dialog Sosial APINDO-KSPSI di Jakarta, Rabu (14/01/2025). (Foto: Ist)
Dialog Sosial APINDO-KSPSI di Jakarta, Rabu (14/01/2025). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kalangan pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan buruh di bawah organisasi Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menilai perlu dibangun sistem ekonomi domestik yang kuat karena bangsa ini memiliki modal atau syarat yang sangat cukup.

Ketua Umum KSPSI Mohamad Jumhur Hidayat mengatakan, ada lima syarat penting untuk memperkuat sistem ekonomi domestik yakni, pasar dalam negeri yang besar, pelaku industri yang idealis, tenaga kerja berkualitas, sumber bahan baku yang melimpah dan bahkan moda kapital yang cukup.

“Nah kalau dari lima hal itu kita kekurangan, barulah kita berpikir tentang asing. Jangan sampai kelima syarat itu belum dieksplorasi dengan optimal sudah langsung berasing-asing ria apalagi berupa impor produk-produk jadi," ujar Jumhur dalam Dialog Sosial APINDO-KSPSI di Jakarta, Rabu (14/01/2025).

Dialog Sosial ini adalah perlunya perombakan rezim perdagangan dan industri agar bisa memperkuat sistem ekonomi domestik.

Baca juga : DPR Dukung Insentif PPN DTP Perumahan, Minta Perkuat Industri Dalam Negeri

"Dengan kokohnya ekonomi domestik Indonesia, maka Indonesia akan lebih mandiri. Saya rasa hal ini adalah juga yang diharapkan Presiden Prabowo Subianto," pungkas Jumhur.

Sementara itu Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO Bob Azam menyampaikan, dari survei APINDO saat ini 67 persen pengusaha belum siap untuk ekspansi sementara sekitar 50 persen sudah mengurangi pekerja. Dalam keadaan seperti ini pastinya pendapatan pajak akan berkurang.

Bob justru heran mengapa impor barang jadi yang siap banjiri pasar dalam negeri malah dipermudah tapi sebaliknya impor barang untuk keperluan industri mengalami kendala. Dengan melemahnya perekonomian maka APBN akan mengalami tekanan. 

“Khawatirnya pemerintah akan meningkatkan pajak lagi dengan menekan pengusaha. Kalau peningkatannya dari ekstensi pajak sih itu baik. Dengan pemotongan anggaran ke daerah, juga khawatir pemda membebani masyarakatnya dengan pajak darah yang tinggi seperti PBB yang akhirnya mengurangi daya beli masyarakat," urai Bob Azam.

Baca juga : Refleksi Akhir Tahun, Burhanuddin Abdullah Dorong Penguatan Fondasi Ekonomi

Tokoh industriawan APINDO Anton Supit menyoroti dari sisi hubungan mikro dan makro. Sesungguhnya keadaan makro ekonomi itu harus tercermin dari dinamika mikro ekonomi atau sektor rill.

“Karena itu, sektor mikro ini harus betul-betuk dibenahi dengan regulasi yang mendukungnya. Dalam hal ini, di samping memperbaiki sistem industri dan perdagangan juga perlu dirumuskan penerapan Hubungan Industrial Pancasila untuk mencapai keadilan bagi semua pihak," ujar Anton Supit 

Sekjend KSPSI Arif Minardi mengajak para pengusaha bersatu membentuk semacam satgas antara pelaku industri dan serikat pekerja untuk ikut menyelesaikan masalah ekosistem perindustrian.

Buruh dan Pengusaha itu punya banyak kepentingan yang sama, jadi wajar kalau kita bentuk kerjasama kemudian menginventarisir berbagai masalah perekonomian secara menyeluruh termasuk impor-impor ilegal untuk kita perjuangkan perbaikannya," tegas Arif.

Baca juga : Pengamat: Jurus Tito Genjot Belanja APBD Perkuat Ekonomi Daerah

Dialog Sosial kali ini diselenggarakan KSPSI setelah sebelumnya di tahun lalu diinisiasi dan diselenggarakan oleh APINDO. Untuk kali ini, dari APINDO diantaranya dihadiri Bob Azam, Anton Supit, Subchan, Mira Hanartani dan Henry Wibowo dan Popy Meilani. Sementara dari KSPSI diantaranya dihadiri Jumhur Hidayat, Idrus, Saadi Pamungkas, Arif Minardi, Henry Wardana, Raslina Rasyidin, Dedi Sudarajat dan Jemmy Pongoh.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.