Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono menemui Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Dalam pertemuan ini, Basuki dan Teddy matangkan pembangunan IKN.
Pertemuan Pak Bas, sapaan karib Basuki, dan Teddy berlangsung di Kantor Seskab, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026).
Pak Bas memakai kemeja biru lengan panjang yang dilipat. Sementara Teddy mengenakan kemeja putih lengan panjang. Keduanya bertemu empat mata di ruang kerja Teddy. Di atas meja terhidang kopi dan teh, serta buah dan camilan.
Keduanya berbincang serius, namun santai. Berdasarkan foto yang dibagikan di Instagram @sekretariat.kabinet, tampak ekspresi Pak Bas dan Teddy yang serius. Ada pula foto keduanya tersenyum renyah.
Dalam foto lainnya, Pak Bas sempat melambaikan tangan menyapa para pegawai Setkab sebelum meninggalkan kantor Teddy. Ada pula foto Teddy mengantarkan Pak Bas ke mobil hitam sembari memberi hormat ala militer saat melepas Pak Bas meninggalkan kantornya.
“Senang bertemu kembali dengan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Bapak Basuki Hadimuljono,” ucap Teddy melalui akun media sosial Sekretariat Kabinet, dikutip Jumat (16/1/2026).
Baca juga : Hasil Belum Stabil, Madura United Siapkan Pembenahan Total
Teddy mengungkapkan, Pak Bas membahas sejumlah topik yang berkaitan dengan progres pembangunan IKN di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Pak Bas, lanjut Teddy, juga menanyakan sejumlah isu terkait perubahan desain IKN yang diusulkan Presiden Prabowo saat berkunjung ke IKN awal pekan lalu.
“Kepala OIKN melaporkan beberapa pembaruan pembangunan IKN dan berkonsultasi terkait masukan Bapak Presiden,” ucapnya.
Ada peristiwa menarik dalam pertemuan Pak Bas dan Teddy. Teddy berkelakar lantaran Pak Bas masih menggunakan telepon genggam jadul, Nokia keluaran 1995.
“Handphone masih sama, Nokia tahun?” tanya Teddy sambil meraih ponsel jadul berwarna hitam. 1995,” jawab Pak Bas. Keduanya pun tertawa bersama.
“Yang saya suka dari beliau, beliau paling konsisten. Handphone-nya dari dulu sama. Panggilannya tetap sama,” puji Teddy.
Selain itu, Teddy sempat memamerkan jumlah penonton kontennya bersama Pak Bas saat meninjau proyek pembangunan di IKN beberapa hari lalu yang tembus lebih dari 1 juta penonton.
Baca juga : Wiranto: Muhammadiyah Beri Sumbangsih Nyata Dalam Pembangunan Bangsa
“Yang punyaku 1 juta yang nonton, 1 juta sendiri, fee, bayar,” canda Teddy.
Diketahui, Kepala Negara memberikan usulan dan catatan desain serta fungsi ibu kota usai berkunjung ke IKN pada awal pekan ini.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, Prabowo memberikan masukan tambahan soal pembangunan IKN dalam kunjungan tersebut. “Masih ada beberapa hal yang Bapak Presiden beri koreksi, pertama mengenai desain, kedua mengenai fungsi,” kata Prasetyo, dikutip dari video keterangan pers, Kamis (15/1/2026).
Prabowo, kata Prasetyo, ingin desain IKN mampu mengantisipasi iklim dan potensi bencana di Kalimantan, salah satunya melalui pembangunan embung serta sistem mitigasi bencana seperti kebakaran hutan. Karena itu, Prabowo meminta OIKN dan Kementerian Pekerjaan Umum melakukan perbaikan.
Selain itu, Prabowo sejak awal menekankan percepatan proses pembangunan IKN. Adapun IKN ditargetkan berfungsi sebagai ibu kota politik pada 2028, sebagaimana amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025.
Sekadar informasi, dalam kunjungan perdananya sebagai Presiden, Prabowo bermalam di IKN usai berkeliling menghadiri sejumlah kegiatan di Pulau Kalimantan, Senin (12/1/2026).
Baca juga : Persita Datangkan Gelandang Spanyol Eks Persija
Prabowo meninjau sejumlah fasilitas di IKN pada malam hari. Didampingi Seskab, Pak Bas, serta jajaran kabinet lainnya, Presiden memantau titik-titik strategis di kawasan inti pemerintahan, antara lain Istana Negara, Paviliun Presiden, Kantor Sekretariat Negara, dan Kantor Sekretariat Kabinet. Selain itu, Prabowo menggelar rapat internal dengan sejumlah menteri terkait.
Kepala Negara juga menaruh perhatian pada pengembangan sumber daya manusia sebagai fondasi utama ibu kota masa depan. Komitmen ini ditunjukkan melalui peninjauan kawasan SMA Taruna Nusantara di IKN yang menjadi simbol penguatan pendidikan sekaligus pembinaan karakter generasi muda calon pemimpin bangsa.
Pak Bas menyebutkan, kunjungan Prabowo memberikan semangat bagi jajarannya dalam melaksanakan tugas dan amanah percepatan pembangunan IKN. Pak Bas pun meminta masyarakat dan investor tidak lagi ragu terhadap keberlanjutan pembangunan IKN. Ia memastikan pembangunan IKN tetap berjalan hingga menjadi ibu kota politik pada 2028.
“Kami mengajak agar tidak ragu-ragu lagi. Kami tengah melakukan percepatan. Terima kasih atas kunjungan Bapak Presiden. Kami berkomitmen melaksanakan tugas sebaik-baiknya dan tepat waktu sesuai dengan Perpres yang diamanahkan,” ujar Pak Bas.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya