Dark/Light Mode

Dulu Basah-Basahan, Kini Anak-anak Pangandaran Aman Ada Jembatan Gantung Ciharuman

Sabtu, 17 Januari 2026 19:29 WIB
Jembatan Gantung Ciharuman, Kabupaten Pangandaran telah rampung dibangun sehingga anak-anak dan warga dapat beraktivitas dengan lebih aman. (Foto: Dok. Tim Media Presiden)
Jembatan Gantung Ciharuman, Kabupaten Pangandaran telah rampung dibangun sehingga anak-anak dan warga dapat beraktivitas dengan lebih aman. (Foto: Dok. Tim Media Presiden)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anak-anak sekolah di sekitar Sungai Ciharuman, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dulu harus basah-basahan menyeberangi sungai untuk berangkat ke sekolah.

Kini, Jembatan Gantung Ciharuman telah rampung dibangun sehingga anak-anak dan warga dapat beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman.

Sebelum jembatan gantung dibangun, Sungai Ciharuman menjadi hambatan utama bagi aktivitas masyarakat.

Selain anak-anak sekolah yang harus menyeberangi sungai, mobilitas warga juga terbatas karena jalur tersebut merupakan akses penting bagi kegiatan pertanian dan perekonomian masyarakat setempat.

Baca juga : Zulhas Pastikan Harga Pangan Stabil Dan Stok Beras Aman Jelang Tahun Baru 2026

Menjawab kebutuhan tersebut, TNI bekerja sama dengan Vertical Rescue Indonesia (VRI) melaksanakan pembangunan Jembatan Gantung Ciharuman. Pembangunan dimulai pada akhir November 2025 dan rampung pada awal Januari 2026.

Jembatan gantung ini memiliki panjang 37 meter dan lebar 1,5 meter, menghubungkan Desa Harumandala, Kabupaten Pangandaran, dengan Dusun Mekar Haruman, Desa Sindang Asih, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya.

Dengan hadirnya jembatan gantung tersebut, masyarakat kini dapat beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman.

Anak-anak sekolah tidak lagi harus basah-basahan menyeberangi sungai, sementara mobilitas warga serta distribusi hasil pertanian berjalan lebih lancar.

Baca juga : Panglima TNI: 32 Jembatan Dibangun, 2.669 Ton Logistik Disalurkan

Kehadiran Jembatan Gantung Ciharuman diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah sebagai wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesulitan rakyat dalam mendukung pembangunan di wilayah pedesaan.

Di Jawa Barat, terutama di wilayah pedesaan, fenomena anak-anak dan warga yang harus menyeberangi sungai demi bersekolah atau beraktivitas sudah lama menjadi sorotan.

Banyak lokasi di Jawa Barat diidentifikasi sebagai area rawan akses karena minimnya jembatan penghubung, sementara sungai-sungai kecil kerap menjadi penghalang yang membahayakan keselamatan anak sekolah dan warga.

Warga bahkan harus menggunakan rakit, berenang, atau berjalan memutar jauh untuk sekadar sampai ke sekolah atau ke ladang mereka.

Baca juga : Cek Pasar Kramat Jati, Menko Pangan: Stok & Harga Sembako Aman Hingga Tahun Baru

Isu ini juga memicu respons pemerintah daerah untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur jembatan demi keselamatan dan mobilitas masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.