Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Nuning: Modernisasi Alutsista TNI Penting Jaga Keutuhan NKRI
Minggu, 18 Januari 2026 10:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pengamat intelijen dan pertahanan Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati menilai modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) Tentara Nasional Indonesia (TNI) merupakan sebuah keniscayaan bagi Indonesia sebagai negara besar dengan tantangan geopolitik yang terus berkembang.
Susaningtyas mengatakan pengembangan alutsista yang selaras dengan konsep Minimum Essential Force(MEF) harus dipandang sebagai investasi strategis jangka panjang untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sekaligus menjamin keberlangsungan pembangunan nasional.
“Pengembangan alutsista sesuai dengan MEF adalah investasi strategis untuk menjaga keutuhan NKRI dan menjamin keberlangsungan pembangunan nasional,” kata Susaningtyas dalam keterangannya, Minggu (18/1/2026).
Baca juga : Nurul Arifin Apresiasi TNI Kirim Alutsista Udara ke Aceh, Bukti Negara Hadir
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul menguatnya sinyal rencana Kementerian Pertahanan melakukan pembelian jet tempur JF-17 yang dikembangkan bersama oleh China dan Pakistan. Sinyal itu menguat setelah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bertemu dengan Kepala Staf Angkatan Udara Pakistan, Marsekal Zaheer Ahmed Baber Sidhu, di Islamabad, untuk membahas potensi kerja sama penjualan jet tempur dan pesawat nirawak ke Indonesia.
Sejumlah sumber menyebutkan pembicaraan kedua negara telah memasuki tahap lanjut, dengan rencana pembelian lebih dari 40 unit jet tempur JF-17. Selain itu, Indonesia juga dikabarkan melirik drone tempur Shahpar buatan Pakistan.
Susaningtyas menegaskan, pengadaan alutsista harus dibicarakan secara komprehensif dan disesuaikan dengan kebutuhan riil TNI, baik melalui pendekatan bottom up maupun top down.
Baca juga : Digitalisasi Terintegrasi, Pertamina Digital Hub Perkuat Ketahanan Energi
“Dalam sistem pertahanan negara kita dikenal filosofi Si vis pacem, para bellum, yang berarti jika kita mendambakan perdamaian, maka kita harus bersiap menghadapi perang. Filosofi ini menegaskan pentingnya pengadaan alutsista yang tepat guna dan tepat sasaran,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pembenahan interoperabilitas agar seluruh alutsista ketiga matra TNI dapat digunakan secara terintegrasi. Menurut dia, modernisasi alutsista tidak boleh berdiri sendiri, melainkan harus diikuti dengan peningkatan kompetensi dan kapasitas tempur prajurit.
“Pembenahan alutsista harus terintegrasi dengan peningkatan kualitas prajurit sesuai dengan sistem senjata baru yang digunakan. Pada akhirnya hal ini juga bermuara pada pembenahan organisasi TNI, termasuk tata kelola kesejahteraan dan pendidikan prajurit,” kata Susaningtyas.
Baca juga : Beniyanto: Pengetatan Izin Pasir Kuarsa Penting untuk Lingkungan & Industri
Lebih lanjut, ia menilai sistem pertahanan Indonesia ke depan harus memiliki deterrence strategy atau strategi penangkalan yang kuat dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman.
“Sistem pertahanan kita tidak hanya harus siap menghadapi perang konvensional, tetapi juga perang modern, termasuk ancaman nuklir, biologi, kimia, serta perang siber,” ujarnya.
Sebagai catatan, pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, Indonesia telah menandatangani kontrak pembelian 42 jet tempur Rafale dari Prancis senilai sekitar 8,1 miliar dolar AS pada 2022, serta 48 jet tempur KAAN dari Turki dengan nilai sekitar 10 miliar dolar AS pada 2024.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya