Dark/Light Mode

Ingatkan Bahaya Perang Dunia Ketiga, Presiden Tetap Pilih Nonblok

Selasa, 3 Februari 2026 08:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto bersiap membuka Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Presiden Prabowo Subianto bersiap membuka Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

 Sebelumnya 
Washington menyoroti dominasi manufaktur dan teknologi China, sementara Beijing menilai pembatasan ekspor dan tekanan politik AS sebagai upaya menahan kebangkitannya. Ketegangan itu memperbesar kekhawatiran bahwa konflik terbuka antar-kekuatan besar dapat memicu krisis global yang lebih luas. 

Tak hanya dengan China, AS menebar ancaman ke Iran dan Uni Eropa. Sedangkan China juga lagi bersitegang dengan Jepang dan Taiwan. Di ASEAN, perang terbuka antara Thailand-Kamboja masih belum reda. 

Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menilai, sikap nonblok yang ditegaskan Presiden Prabowo sejalan dengan fondasi diplomasi Indonesia sejak awal berdiri. Lewat sikap politik luar negeri bebas aktif, menurutnya, memungkinkan Indonesia tidak berpihak pada blok kekuatan mana pun. Namun, tetap aktif memperjuangkan kepentingan nasional dan perdamaian dunia. 

Baca juga : IHSG Masih Merah, Pemerintah Tenangkan Investor

“Prinsip ini bukan sekadar simbol, melainkan strategi untuk memastikan Indonesia dapat menjalin hubungan baik dengan semua pihak, sekaligus menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, Senin (2/2/2026). 

Dave menegaskan, di tengah ancaman konflik global, posisi nonblok justru memberi ruang bagi Indonesia untuk berperan sebagai jembatan komunikasi, mendorong dialog, serta memperkuat kerja sama internasional berbasis perdamaian dan keadilan. 

Komisi I DPR, lanjut dia, memandang konsistensi pada politik luar negeri bebas aktif sebagai pilihan strategis yang tepat. Hal ini menegaskan komitmen Indonesia untuk tetap berdiri tegak di tengah dinamika geopolitik. 

Baca juga : Gerindra Hormati Asas Praduga Tak Bersalah

“Tentunya tanpa kehilangan arah dalam memperjuangkan kepentingan bangsa dan menjaga stabilitas kawasan,” tandasnya. 

Sementara itu, Pengamat Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Suzie Sri Suparin, menilai Prabowo memahami realitas dunia yang saat ini didominasi oleh persaingan tiga negara adidaya yakni Amerika Serikat, China, dan Rusia, yang masing-masing memiliki lingkup pengaruh. 

Dalam situasi tersebut, kata Suzie, negara-negara lain kerap menjadi objek tarik-menarik kepentingan. Pengalaman historis Indonesia justru menunjukkan bahwa prinsip bebas aktif dan nonblok merupakan inovasi penting dalam menghadapi konflik antar-kekuatan besar. 

Baca juga : Dinikmati 60 Juta Orang, MBG Ciptakan 1 Juta Lapangan Kerja

“Kita kembangkan gagasan bebas aktif dalam menghadapi dua kubu yang berkonflik. Dalam konteks suasana kawasan yang rawan konflik kita bangun ASEAN dan menjaga kawasan agar menjadi pengimbang dalam perseteruan apapun yang terjadi,” sebut Suzie saat dikontak Rakyat Merdeka, Senin (2/2/ 2026). 

Ia menambahkan, prinsip nonblok dan bebas aktif yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 telah memungkinkan negara-negara berkembang meningkatkan daya tawarnya di tengah tatanan global yang didominasi kekuatan besar. Dalam kondisi dunia yang membutuhkan stabilitas demi menjaga kepentingan ekonomi global, posisi nonblok membuka ruang negosiasi dan diplomasi yang lebih fleksibel bagi Indonesia. 

“Kita sebagai negeri termasuk kategori ketiga yang akan terus dimanipulasi dan di adu domba. Karena kelemahan tersebut, harus putar otak untuk mencari peluang,” pungkasnya. [BYU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.