Dark/Light Mode

Menko PM Miris Siswa SD Di NTT Akhiri Hidup Karena Tak Mampu Beli Buku

Rabu, 4 Februari 2026 18:31 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026). Foto: Khoirul Umam/RM
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026). Foto: Khoirul Umam/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar meminta seluruh pejabat Pemerintah Pusat dan daerah meningkatkan respons terhadap kesulitan ekonomi masyarakat.

Hal ini disampaikan Cak Imin menyusul kabar seorang Siswa SD Kelas IV di NTT yang meninggal dunia dengan mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli pulpen dan buku.

"Apabila memang membutuhkan bantuan alat tulis atau bantuan apa pun, itu harus segera ditangkap dan disampaikan," kata Cak Imin, sapaan Muhaimin Iskandar di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Ia mengingatkan agar persoalan ekonomi yang dihadapi masyarakat tidak dibiarkan tanpa penanganan. Menurutnya, beban ekonomi sekecil apa pun harus segera diketahui pemerintah maupun tokoh masyarakat agar dapat ditangani lebih cepat.

Baca juga : Di Tengah Proses Serah Terima, Meikarta Hidupkan Kawasan Dengan Aktivitas Publik

"Jangan sampai beban-beban ekonomi tidak tersampaikan kepada para pejabat ataupun tokoh masyarakat. Kasus yang sangat mengharukan seperti ini tidak boleh terjadi lagi," pintanya.

Cak Imin juga meminta masyarakat tidak ragu melaporkan berbagai persoalan ekonomi, termasuk kebutuhan pendidikan anak.

"Kalau ada masalah soal ekonomi, utang, atau kebutuhan alat tulis dan pendidikan, sampaikan kepada kami. Kita akan bertindak cepat," sebut Ketua Umum PKB itu.

Terkait penyebab pasti peristiwa tersebut, Cak Imin mengatakan pemerintah masih melakukan penelusuran. Belum dapat memastikan informasi yang beredar di masyarakat.

Baca juga : Siswa Dari Keluarga Tidak Mampu Terbuka Lebar Kuliah Di Luar Negeri

"Kami masih terus menelusuri. Yang paling penting aparat pemerintahan harus benar-benar responsif dan terbuka, tidak boleh ada persoalan masyarakat yang tersumbat," jelasnya.

Ia juga berharap, Pemerintah Daerah dapat segera mengambil langkah cepat, termasuk melakukan pengecekan di tingkat pemerintahan setempat.

"Kita berharap pemerintah daerah bertindak cepat," pungkasnya.

Diketahui, seorang siswa kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Ngada, NTT, meninggal mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di pohon cengkih. Polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan saat mengevakuasi korban berusia 10 tahun berinisial YBR.

Baca juga : KPK: Menas Erwin Ditangkap Karena Tak Kooperatif, 2 Kali Mangkir

Dalam surat itu, YBR menyebut ibunya pelit. Selebihnya, surat itu berisi ungkapan perpisahan kepada ibunya.

"Menurut pengakuan ibunya permintaan itu korban minta (uang beli buku tulis dan pulpen) sebelum meninggal," kata Kepala Desa Naruwolo, Dion Roa.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.