Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Harga Pangan Jelang Ramadan Stabil, PAPERA: Sinyal Baik Bagi Ekonomi Rakyat
Jumat, 13 Februari 2026 21:14 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum (PAPERA) Don Muzakir mengapresiasi kondisi harga pangan nasional yang relatif stabil menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Berdasarkan pemantauan (PIHPS) milik per Kamis (12/2/2026), sejumlah komoditas utama seperti beras, daging sapi, ayam ras, cabai, dan bawang merah tidak mengalami lonjakan signifikan.
Kondisi tersebut berbeda dengan tren tahun-tahun sebelumnya, ketika harga kebutuhan pokok biasanya mulai merangkak naik bahkan melonjak tajam pada periode yang sama menjelang Ramadan.
Don menilai stabilitas harga pada momentum krusial H-7 Ramadan menjadi indikator positif terhadap ketersediaan pasokan sekaligus daya beli masyarakat.
"Kami melihat situasi di lapangan cukup kondusif. Biasanya mendekati Ramadan harga sudah bergerak naik cukup tajam, namun tahun ini relatif terkendali. Ini menjadi sinyal baik bagi stabilitas ekonomi rakyat, khususnya pelaku usaha kecil dan konsumen," ujar Don Muzakir dalam keterangannya, Jumat (13/2/2026).
Baca juga : Pangan Aman, Harga Dijaga
Dia menilai, keberhasilan menjaga stabilitas harga tidak terlepas dari kombinasi kebijakan pemerintah yang lebih terukur. Mulai dari intervensi pasar melalui operasi pangan, distribusi cadangan beras pemerintah, hingga penguatan koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah.
Don juga menyoroti penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dinilai efektif menahan tekanan harga di tingkat konsumen.
"Penyaluran SPHP sangat terasa dampaknya di pasar. Selain itu, sinkronisasi data stok antar daerah juga membuat distribusi lebih presisi. Pemerintah terlihat lebih siap tahun ini, memastikan pasokan tersedia sebelum permintaan melonjak," jelasnya.
Selain pasokan, pengawasan rantai distribusi juga disebut berperan penting. Menurut Don, penguatan peran Satgas Pangan serta pemantauan distribusi yang semakin terintegrasi membuat ruang spekulasi semakin sempit.
Baca juga : Industri Pengolahan Kian Perkasa, Dominasi Ekonomi Nasional
"Koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, Bulog, hingga pelaku distribusi berjalan cukup baik. Ini membuat ruang spekulasi semakin sempit. Ketika pasokan aman dan distribusi lancar, harga otomatis lebih stabil," katanya.
Lebih lanjut, PAPERA berharap tren positif ini dapat dipertahankan hingga puncak Ramadan dan Idulfitri. Mengingat, konsumsi masyarakat biasanya meningkat signifikan pada periode tersebut.
Dia juga mendorong pemerintah terus memperkuat cadangan pangan strategis dan memperluas operasi pasar murah agar keterjangkauan harga tetap terjaga, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
"Kami optimistis jika pola intervensi seperti ini konsisten, maka gejolak harga bisa ditekan. Stabilitas pangan bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal ketenangan sosial masyarakat dalam menjalankan ibadah Ramadan," tutup Don.
Baca juga : IHSG Tertekan, Airlangga Tegaskan Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat
Data PIHPS menunjukkan harga beras medium nasional masih berada dalam rentang stabil. Sementara komoditas hortikultura seperti bawang merah dan cabai merah mengalami fluktuasi ringan namun tetap dalam batas wajar.
Pemerintah melalui berbagai program stabilisasi disebut akan terus memantau perkembangan harga harian guna memastikan kondisi pasar tetap terkendali hingga memasuki masa Lebaran.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya