Dark/Light Mode

Idrus Kecam Serangan AS–Israel Tewaskan Khamenei, Ancaman Perdamaian Dunia

Senin, 2 Maret 2026 17:32 WIB
Wakil Ketua Umum Bidang Fungsi Kebijakan 2 Idrus Marham (kanan). (Foto: Rakyat Merdeka)
Wakil Ketua Umum Bidang Fungsi Kebijakan 2 Idrus Marham (kanan). (Foto: Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Bidang Kebijakan Publik yang mengoordinasikan Bidang Luar Negeri Partai Golkar, Idrus Marham mengecam, keras serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, pada 28 Februari 2026.

Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/3/2026), Idrus menilai serangan tersebut bukan sekadar operasi militer, melainkan tindakan yang mencederai nilai kemanusiaan universal dan mengancam fondasi perdamaian dunia.

“Serangan ini bukan sekadar operasi militer. Ini adalah tindakan yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan universal dan mengancam fondasi perdamaian dunia, terlebih dilakukan pada bulan suci Ramadan yang disakralkan umat Islam,” ujar Idrus.

Menurut dia, pembunuhan terhadap seorang pemimpin negara melalui serangan militer terbuka berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah dan menyeret kekuatan global ke pusaran perang terbuka.

Serangan Dinilai Langgar Kedaulatan Dan Hukum Internasional

Idrus mengatakan, setiap negara memiliki kedaulatan yang harus dihormati sesuai prinsip hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Baca juga : Idrus Marham: Serangan Militer Ke Iran Ancaman Bagi Perdamaian Dunia

Ia menyebut penggunaan kekuatan bersenjata secara sepihak sebagai bentuk pengingkaran terhadap prinsip dasar hubungan antarnegara.

“Apapun dalihnya, pendekatan kekuatan bersenjata yang menghilangkan nyawa dan menghancurkan infrastruktur sipil adalah kemunduran peradaban. Dunia seharusnya bergerak menuju dialog, bukan dominasi militer,” tegasnya.

Idrus juga menyoroti laporan media internasional mengenai dampak kemanusiaan serangan tersebut, termasuk kerusakan di sejumlah wilayah strategis Iran seperti Teheran, serta jatuhnya korban sipil dan pengungsian warga.

“Ketika bom dijatuhkan, yang paling menderita adalah rakyat sipil. Anak-anak, perempuan, dan orang tua yang tidak tahu-menahu soal geopolitik menjadi korban. Ini tragedi kemanusiaan,” katanya.

Dorong Pemerintah Indonesia Ambil Sikap Tegas

Lebih lanjut, Idrus menyampaikan bahwa Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mendorong pemerintah Indonesia mengambil posisi tegas di forum internasional guna menyerukan penghentian kekerasan dan mendorong gencatan senjata.

Baca juga : Kementan Pastikan Ketersediaan Aneka Cabe Aman Selama Ramadan

Menurut dia, Indonesia memiliki tanggung jawab moral sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945 untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan dan perdamaian abadi.

“Indonesia tidak boleh diam. Jalur diplomasi harus diintensifkan, baik melalui Organisasi Kerja Sama Islam maupun Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ujarnya.

Idrus mengingatkan, apabila konflik terus bereskalasi, dampaknya tidak hanya bersifat regional, tetapi juga global, termasuk terhadap stabilitas ekonomi, energi, dan keamanan internasional.

MUI Sampaikan Duka dan Kecaman

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Ali Khamenei melalui Tausiyah Nomor Kep-28/DP-MUI/III/2026 yang ditandatangani Ketua Umum KH Anwar Iskandar dan Sekretaris Jenderal Buya Amirsyah Tambunan.

MUI juga mengutuk serangan yang dinilai bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan prinsip perdamaian dunia.

Baca juga : Perang AS-Iran Tekan Pasar, BI Amankan Rupiah

Meski demikian, Idrus menegaskan bahwa sikap kecaman tidak boleh berhenti pada pernyataan moral semata, melainkan perlu diikuti langkah diplomasi konkret untuk mendorong penghentian kekerasan.

“Kita harus mendorong dunia kembali pada kesadaran bahwa kekuatan sejati bukan pada rudal dan bom, melainkan pada kemampuan membangun perdamaian. Jika kekerasan terus dijadikan solusi, maka dunia sedang berjalan mundur,” ujar Idrus.

Ia berharap peristiwa ini menjadi momentum refleksi global untuk menata ulang arsitektur keamanan internasional agar lebih adil dan berorientasi pada perlindungan manusia, bukan semata kepentingan geopolitik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.