Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Idrus Marham: Serangan Militer Ke Iran Ancaman Bagi Perdamaian Dunia
Senin, 2 Maret 2026 15:28 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik yang mengkoordinasikan Bidang Luar Negeri, Idrus Marham mengecam keras serangan militer gabungan ke Iran. Ratusan orang hingga Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, meninggal.
Menurut Idrus, serangan tersebut tak hanya menyasar simbol kepemimpinan sebuah negara berdaulat, tetapi juga menjadi preseden buruk berbahaya dalam tata hubungan internasional.
Serangan ini bukan sekadar operasi militer. Ini adalah tindakan yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan universal dan mengancam fondasi perdamaian dunia, bahkan secara khusus karena dilakukan di Bulan yang disucikan Umat Islam, Ramadan.
"Ini menerobos keasasian wilayah dan otoritas negara lain, bahkan mencederai rasa keagamaan umat Islam sedunia," ujar Idrus dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).
Baca juga : Amerika-Israel Serang Iran, Perang Dunia III Di Depan Mata
Idrus menilai, pembunuhan terhadap seorang pemimpin negara melalui serangan militer terbuka berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas di Kawasan Timur Tengah dan menyeret kekuatan global ke pusaran perang terbuka.
Usai Bertemu Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, Idrus menegaskan pandangan Bahlil bahwa setiap negara memiliki kedaulatan yang harus dihormati.
Ia menyebut, tindakan militer sepihak sebagai bentuk pengingkaran terhadap prinsip hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Apapun dalihnya, pendekatan kekuatan bersenjata yang menghilangkan nyawa dan menghancurkan infrastruktur sipil adalah kemunduran peradaban. Dunia seharusnya bergerak menuju dialog, bukan dominasi militer," tegas Idrus.
Baca juga : Kedubes Iran: Serangan AS & Israel Ancaman Serius Perdamaian Internasional
Idrus juga menyoroti dampak kemanusiaan yang ditimbulkan apalagi serangan yang dilakukan Amerika dan Israel bertepatan dengan bulan Suci Ramadan.
Berdasarkan laporan sejumlah media internasional, serangan tersebut tidak hanya menargetkan fasilitas militer, tetapi juga memicu kerusakan luas di sejumlah wilayah strategis di Iran, termasuk kawasan Teheran. Korban sipil dilaporkan berjatuhan dan ribuan warga terpaksa mengungsi.
"Ketika bom dijatuhkan, yang paling menderita adalah rakyat sipil. Anak-anak, perempuan, orang tua yang tidak tahu-menahu soal geopolitik menjadi korban. Ini tragedi kemanusiaan," kata Idrus.
Idrus juga menyampaikan sikap politik Ketua Umum Bahlil untuk mendorong pemerintah Indonesia mengambil posisi tegas dalam forum internasional untuk menyerukan penghentian kekerasan dan mendorong gencatan senjata.
Baca juga : Kabin Luas Dan Sejuk, Xpander Nyaman Buat Perjalanan Jauh
"Indonesia, sesuai amanat Pembukaan UUD 1945, memiliki tanggung jawab moral untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan dan perdamaian abadi. Kita tidak boleh diam," ujarnya.
Ia meminta agar jalur diplomasi diintensifkan, termasuk melalui Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan PBB guna mencegah konflik meluas.
"Jika konflik ini terus bereskalasi, dampaknya bukan hanya regional, tetapi global, termasuk pada stabilitas ekonomi, energi, dan keamanan internasional," kata Idrus.
Idrus berharap tragedi ini menjadi momentum refleksi global untuk menata ulang arsitektur keamanan internasional agar lebih adil dan berorientasi pada perlindungan manusia. "Bukan kepentingan geopolitik semata," pungkas Idrus.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya