Dark/Light Mode

Hadiri Pemakaman Try Sutrisno, Prabowo: Semoga Jadi Suri Teladan

Selasa, 3 Maret 2026 07:30 WIB
Presiden Prabowo Subianto usai memimpin upacara pemakaman almarhum Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026). (Foto: Dwi Pambudo/rm.id)
Presiden Prabowo Subianto usai memimpin upacara pemakaman almarhum Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026). (Foto: Dwi Pambudo/rm.id)

 Sebelumnya 
Sebagai informasi, Try Sutrisno meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, sekitar pukul 06.58 WIB. Mantan Panglima ABRI itu menghembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan sejak 16 Februari 2026. 

Try merupakan purnawirawan jenderal TNI Angkatan Darat yang lahir di Surabaya pada 15 November 1935 dan menjabat sebagai Wakil Presiden RI periode 1993–1998. 

Sementara itu, SBY mengenang almarhum sebagai sosok pemimpin yang patut dijadikan teladan. Menurutnya, Try memiliki kepribadian yang menginspirasi banyak orang, baik sebagai prajurit maupun pemimpin nasional. 

Baca juga : Wujudkan Hunian Layak Dan Berkualitas, BRI Perkuat Program Gentengisasi Melalui Skema KUR Perumahan

“Beliau sosok yang saleh, prajurit dan patriot, pemimpin, teladan bagi keluarga, dan di atas segalanya adalah negarawan,” ujar SBY. 

Sementara itu, Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Rachbini mengenang Try sebagai tokoh yang terbuka berdialog, termasuk dengan generasi muda yang kerap menyampaikan kritik di ruang publik. “Meski tidak bersahabat dekat, setiap bertemu beliau selalu menyapa dengan hangat, seolah sudah lama berkawan. Itu terjadi berulang kali di berbagai forum,” kata Didik. 

Menurutnya, Try tetap aktif mengikuti dinamika pemikiran publik, termasuk kritik generasi muda sejak dekade 1990-an. Pada 21 Juli 2025, dalam acara Pembinaan Ideologi Pancasila dan Peluncuran Pancasila Virtual Expo 2025 di Universitas Indonesia, Try masih tampil menyampaikan pidato tegas. Ia menyoroti kecenderungan kehidupan berbangsa yang dinilai semakin liberal dan menjauh dari nilai-nilai Pancasila. 

Baca juga : Firman Soebagyo: Saya Takut, Barangnya Mangkrak Dan Mubazir

Try menilai praktik demokrasi pasca-amandemen UUD 1945 telah mengubah kehidupan ketatanegaraan secara mendasar. Ia bahkan menyebut pelaksanaan demokrasi Indonesia lebih liberal dibanding sistem di Amerika Serikat. 

Didik menilai pandangan tersebut layak menjadi diskursus penting dalam kehidupan bernegara. Reformasi, menurut Try, tidak seharusnya berlandaskan prinsip liberal semata, melainkan berakar pada nilai dasar keindonesiaan. 

“Evaluasi terhadap praktik demokrasi dan kehidupan berbangsa diperlukan agar tetap sesuai dengan karakter bangsa Indonesia,” pungkas Didik mengenang pandangan almarhum. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.