Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kanselir Jerman Kunjungi China
Merz Pedekate Ke Xi Jinping, Soroti Tarif Dan Perang Ukraina
Jumat, 27 Februari 2026 06:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kanselir Jerman Friedrich Merz mendarat di Beijing, China, Rabu (25/2/2026) pagi waktu setempat. Merz adalah pemimpin negara Barat keenam yang melakukan kunjungan kenegaraan ke Negeri Tirai Bambu sejak Desember 2025.
Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengunjungi China pada 3-5 Desember 2025. Disusul Perdana Menteri (PM) Irlandia Micheal Martin pada 4-8 Januari 2026, PM Kanada Mark Carney pada 14-17 Januari, PM Finlandia Petteri Orpo pada 25-28 Januari dan PM Inggris Keir Starmer pada 28-31 Januari.
Dalam lawatannya ke China, Merz membawa rombongan besar pengusaha dari Jerman. “Jerman yang bergantung pada ekspor membutuhkan hubungan ekonomi di seluruh dunia,” ucap Merz.
Merz datang lebih dulu ke China, menjelang kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada April mendatang. “Dari sudut pandang Eropa, pesan kami sama: kami menginginkan kemitraan dengan China yang seimbang, dapat diandalkan dan adil,” ujar Merz.
Baca juga : Nenek 98 Tahun Aktif Tanding Billiar
Meski Jerman dan China memiliki banyak perbedaan pendapat, Merz dan Presiden China Xi Jinping terlihat akrab. Pemimpin perekonomian terbesar kedua dan ketiga dunia ini berjanji bekerja sama memperdalam hubungan di era gejolak global. Apalagi kedua negara sama-sama terkena kebijakan tarif Trump.
“Semakin bergejolak dan kompleks dunia ini, semakin kuat China dan Jerman melakukan komunikasi strategis,” ujar Xi di wisma tamu negara Diaoyutai, usai menjamu Merz makan malam, Rabu (25/2/2026).
Dia mencatat, tahun ini tidak dimulai dengan damai. “Dunia sedang mengalami perubahan paling mendalam sejak berakhirnya Perang Dunia II,” sebut Xi.
Merz menanggapi, meski China dan Jerman memiliki masalah dan tantangan untuk dibahas, kedua negara harus menekankan hal-hal yang mempersatukan. “Harus lihat apa yang mempersatukan kita. Jangan memecah belah,” tegas Merz.
Baca juga : Ditha Rizky Amalia, Lebih Ramping, Suami Pangling
Dia juga blak-blakan menyebut dunia tidak bisa lagi mengabaikan China dalam seluruh urusan di komunitas global.
Dalam kesempatan itu, Merz meminta Xi dan PM China Li Keqiang membantu menghentikan perang antara Rusia dan Ukraina. “Kami yakin China tidak mau melihat kekacauan ini,” ujar Merz, dilansir Reuters.
Para pemimpin Eropa merasa frustrasi karena China belum berbuat lebih banyak untuk menekan Rusia agar mengakhiri pertempuran.
China tetap mempertahankan hubungan perdagangan dan diplomatik yang erat dengan Rusia dan mengatakan posisinya dalam konflik tersebut bersifat netral dan objektif.
Baca juga : Disambut Jet Tempur F16 & Putra Mahkota, Prabowo Tamu Spesial Yordania
Xi mengatakan kepada Merz, Beijing mendukung solusi politik untuk konflik di Ukraina. Namun, China menekankan, solusi tersebut harus menangani kekhawatiran yang sah dari semua pihak dan memiliki partisipasi yang setara dari semua pihak.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya