Dark/Light Mode

PP Santri Pasundan dan BNN Siap Kerja Sama Cegah Peredaran Narkoba

Selasa, 3 Maret 2026 16:03 WIB
Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto (kiri) dan Wakil Ketua PP Santri Pasundan Asep Lukman. (Foto: Dok. Santri Pasundan)
Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto (kiri) dan Wakil Ketua PP Santri Pasundan Asep Lukman. (Foto: Dok. Santri Pasundan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pimpinan Pusat (PP) Santri Pasundan siap menjalin kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Komitmen itu disampaikan dalam forum diskusi dan silaturahmi antara kedua pihak. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi.

Diskusi ini dihadiri langsung Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto. Turut mendampingi Kepala Biro Humas dan Protokol BNN Putu Putera Sadana, Direktur Peran Serta Masyarakat Yuki Ruchimat, serta Direktur Pencegahan sekaligus Deputi Bidang Pencegahan Irjen Zainal Muttaqien.

Sementara, dari PP Santri Pasundan hadir Dewan Pembina H.M. Yusuf Sahroni, Dewan Penasihat Husain, Wakil Ketua Asep Lukman, Wakil Ketua Nova, Bendahara Umum Firman Yusup, Wakil Ketua Azizi Rochman, serta Wakil Ketua Yusup Alfurqon.

Baca juga : KPK: OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terkait Pengadaan

Asep Lukman, yang menjadi ketua rombongan silaturahmi itu, menerangkan bahwa pihaknya siap menjadi mitra strategis BNN dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba. Dia menerangkan, organisasi berbasis santri memiliki jaringan sosial dan keagamaan yang kuat hingga tingkat akar rumput. Hal itu menjadi modal penting dalam mengedukasi masyarakat.

“Pimpinan Pusat Santri Pasundan siap bekerja sama dalam program P4GN untuk memperkuat ketahanan masyarakat dari bahaya narkotika,” ujarnya, seperti keterangan yang diterima redaksi, Selasa (3/3/2026).

Ia menjelaskan, usulan yang disampaikan Santri Pasundan merupakan bagian integral dari strategi P4GN. Fokusnya adalah menciptakan ketahanan sosial berbasis komunitas. Upaya tersebut diharapkan mampu mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dini.

Baca juga : KPK Juga Amankan Ajudan dan Orang Kepercayaan Bupati Pekalongan

Salah satu usulan utama adalah penguatan peran lingkungan Rukun Warga (RW). Edukasi dan sosialisasi bisa dilakukan melalui aktivitas kemasyarakatan, termasuk di tempat ibadah seperti masjid. Pendekatan berbasis komunitas dinilai lebih efektif menyentuh masyarakat secara langsung.

Selain itu, PP Santri Pasundan mendorong optimalisasi komunikasi digital. Pesan-pesan pencegahan narkoba perlu dikemas lebih kreatif dan disebarluaskan melalui media sosial agar menjangkau generasi muda. Pendekatan religius dinilai penting dalam membangun filter internal bagi anak muda.

Menurut Asep, penanaman nilai-nilai agama menjadi benteng utama dalam mencegah penyalahgunaan narkotika. Individu yang aktif secara spiritual dan terlibat dalam komunitas keagamaan terbukti memiliki daya tahan lebih kuat terhadap bujukan narkoba. Karena itu, edukasi berbasis moral dan spiritual harus diperkuat.

Baca juga : Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman Jelang Mudik Lebaran

Tak kalah penting, peran orang tua juga menjadi sorotan. Orang tua perlu memahami bahaya narkoba dan jenis-jenisnya agar mampu memberikan edukasi yang benar kepada anak-anak. Informasi yang tepat diyakini dapat mempersempit ruang gerak peredaran gelap narkotika.

Bagi korban penyalahgunaan narkotika, PP Santri Pasundan menekankan pentingnya rehabilitasi. Rehabilitasi dipandang sebagai proses medis dan sosial yang membantu individu lepas dari ketergantungan zat berbahaya. Proses itu juga bertujuan memulihkan kondisi fisik dan mental sebelum kembali ke masyarakat.

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menegaskan, korban penyalahgunaan narkotika wajib menjalani rehabilitasi. Pendekatan ini menempatkan pecandu sebagai korban yang harus dipulihkan. Korban penyalahgunaan narkotika wajib menjalani rehabilitasi, bukan sekadar dihukum.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.