Dark/Light Mode

AI Aiman & Aisha, Ketika Keimanan Bertemu Teknologi

Rabu, 4 Maret 2026 19:53 WIB
Grand Launching AI ke-Islaman Aiman & Aisha, di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (4/3/2026). (Foto: Istimewa)
Grand Launching AI ke-Islaman Aiman & Aisha, di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (4/3/2026). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah percepatan transformasi digital, Republika meluncurkan platform kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) ke-Islaman bernama Aiman & Aisha. Peluncuran dilakukan dalam acara Grand Launching, di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Mengusung tema “When Faith Meets Technology: Designing AI with Moral Architecture”, peluncuran ini menjadi langkah strategis menghadirkan teknologi yang berpijak pada nilai-nilai agama. Platform tersebut juga dikembangkan dengan dukungan BytePlus sebagai mitra teknologi strategis.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyambut baik peluncuran Aiman & Aisha sebagai inovasi yang memperkuat literasi keagamaan berbasis digital.

“Kita tidak bisa menghindari perkembangan teknologi, tetapi kita bisa mengarahkannya agar selaras dengan nilai-nilai agama dan kebudayaan bangsa. Inisiatif seperti Aiman & Aisha menunjukkan bahwa kecerdasan buatan dapat dikembangkan dengan tanggung jawab moral dan komitmen keilmuan,” ujar Menag.

Menurutnya, platform AI berbasis Al-Qur’an ini dapat menjadi sarana memperkuat moderasi beragama sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap rujukan keislaman yang sahih. Kementerian Agama (Kemenag) menyambut baik ikhtiar yang menghadirkan teknologi sebagai wasilah pencerahan.

"Selama dikembangkan dengan prinsip kehati-hatian, akurasi rujukan, dan semangat kemaslahatan, inovasi seperti ini dapat menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran Islam yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” tambahnya.

Ia berharap, kolaborasi antara institusi media, pengembang teknologi, dan pemangku kepentingan keagamaan terus diperkuat agar transformasi digital tidak hanya menghasilkan kemajuan teknis, tetapi juga memperkuat nilai spiritual dan etika publik di ruang digital.

Baca juga : KPK Juga Amankan Ajudan dan Orang Kepercayaan Bupati Pekalongan

Apresiasi juga disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria. Ia menilai, inisiatif tersebut merupakan bentuk adaptasi progresif industri media nasional dalam menghadapi transformasi digital.

“Kehadiran Aiman & Aisha ini harus kita maknai sebagai upaya menjaga kedaulatan digital kita, saat kecerdasan buatan dibangun di atas referensi yang kuat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Nezar.

Menurutnya, pengembangan AI oleh institusi media nasional penting agar algoritma yang digunakan tetap berpijak pada integritas data serta konteks sosial budaya Indonesia. Meski demikian, Nezar mengingatkan bahwa peran manusia tetap penting dalam proses kurasi informasi.

“Kita ingin AI seperti Aiman & Aisha menjadi mitra bagi pengguna internet, bukan justru menggantikan kedalaman berpikir yang menjadi inti dari tugas seorang intelektual,” pesannya.

Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Hilman Latief menilai, peluncuran platform ini sebagai bagian dari transformasi strategi dakwah yang mengikuti perkembangan zaman.

“Dahulu Nabi dan para sahabat menggunakan sastra dan produk budaya sebagai sarana pembaruan. Di era 1900-an, Muhammadiyah menggunakan gerakan sosial sebagai sarana dakwah yang efektif,” ujar guru besar yang meraih gelar doktor dari Western Michigan University, Amerika Serikat.

“Saat ini, kehadiran kecerdasan buatan Aiman & Aisha merupakan ikhtiar strategis untuk menjadikan perkembangan teknologi sebagai wasilah mencerahkan masyarakat luas dengan Islam berkemajuan,” lanjutnya.

Baca juga : San Siro Membara, Milan Selamat dari Kekalahan Berkat Leao

Hilman menambahkan, teknologi digital merupakan berkah ilmu pengetahuan yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat literasi umat, termasuk dalam pengembangan literasi zakat dan edukasi keislaman lainnya.

“Semoga peluncuran platform AI keislaman Aiman & Aisha bisa mewarnai referensi digital umat Islam berbasis kecerdasan buatan yang unggul dan dapat diterima secara luas,” ujarnya.

Direktur Republika Rangga Danu menjelaskan, pengembangan Aiman & Aisha dilatarbelakangi kebutuhan umat terhadap jawaban keagamaan yang cepat, terpercaya, dan sesuai syariah.

“Aiman & Aisha merupakan sahabat belajar agama Islam berbasis AI yang mengacu pada Alquran, dirancang untuk memberikan jawaban cepat, terstruktur, dan selaras dengan prinsip-prinsip syariah atas berbagai pertanyaan keislaman sehari-hari,” jelas Rangga.

Menurutnya, platform ini menghadirkan standar baru berupa AI dengan arsitektur moral yang menekankan kehati-hatian, kejelasan rujukan, dan tanggung jawab etis.

Dalam rangka menyambut Ramadan, Republika memberikan akses gratis kepada masyarakat untuk menggunakan Aiman & Aisha sebagai pendamping ibadah.

“Kami membuka akses gratis selama Ramadan agar masyarakat dapat bertanya kepada Aiman & Aisha tanpa dipungut biaya, sebagai teman ibadah dan perjalanan mudik,” ujarnya.

Baca juga : Kebijakan Bertemu Rakyat

Selanjutnya, masyarakat dapat menikmati akses tanpa batas sekaligus mendukung gerakan Dakwah Sosial Republika dengan kontribusi mulai dari Rp 8.000.

Rangga menambahkan, platform ini memiliki pendekatan intentional constraint atau pembatasan yang disengaja. Artinya, Aiman & Aisha tidak berusaha menjawab semua hal, tetapi hanya fokus pada hal-hal yang dapat dipertanggungjawabkan secara Qur’ani dan syar’i.

“Dengan memadukan fondasi wahyu dan kecanggihan teknologi, kami memposisikan Aiman & Aisha bukan sekadar chatbot, melainkan human-centered digital muallim, pendamping pembelajaran Islam yang relevan dengan dinamika zaman,” jelasnya.

Pengembangan platform ini juga didukung oleh BytePlus melalui teknologi ModelArk yang dipadukan dengan data pelatihan skala besar yang dihimpun Republika. Sistem tersebut dirancang untuk menyajikan informasi yang bersumber dari Alquran serta prinsip-prinsip syariah.

Platform Aiman & Aisha saat ini telah tersedia di situs Republika dan dapat diakses melalui tautan https://aimanaisha.republika.co.id/

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.