Dark/Light Mode

Kisah Emi, Tunarungu Wicara Yang Kini Bekerja Di Dapur MBG Sukoharjo

Sabtu, 7 Maret 2026 20:10 WIB
Foto: Tim Media Presiden
Foto: Tim Media Presiden

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak sekolah, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Salah satu kisah datang dari Emilia Widyastuti (33), penyandang tunarungu wicara yang kini bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gempeng di Kabupaten Sukoharjo.

Dengan bahasa isyarat, perempuan yang akrab disapa Emi itu memperkenalkan dirinya saat ditemui di tempat kerjanya.

“Nama saya Esti Emilia Widyastuti, umur 33 tahun. Sebelum kerja di sini saya bekerja di Sragen,” kata Emi melalui bahasa isyarat yang diterjemahkan oleh ibunya.

Sebelumnya, Emi bekerja di sebuah perusahaan plastik di Kabupaten Sragen selama sekitar dua tahun. Namun, ia memutuskan berhenti setelah sempat mengalami sakit dan merasa kesulitan bekerja sendiri, terlebih setelah teman dekatnya meninggal dunia.

Baca juga : Menteri Ekraf Dukung Layar Digi Bangun Mini Bioskop Di Minimarket

Selain itu, jarak tempat kerja dengan rumahnya di Sukoharjo cukup jauh, sekitar 50 kilometer.

Kini Emi merasa lebih nyaman bekerja di dapur MBG SPPG Gempeng karena lokasinya lebih dekat dengan rumah. Lingkungan kerjanya juga dinilai mendukung bagi dirinya.

Ibunda Emi mengaku bersyukur anaknya mendapat kesempatan bekerja di dapur MBG tersebut.

“Alhamdulillah dia bisa diterima bekerja di dapur MBG ini. SPPG Gempeng juga dekat dengan rumah kami,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan program MBG tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima makanan bergizi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi keluarga dengan kondisi terbatas.

Baca juga : Kisah Marni di Karawang: Dari Tempat Pulang Menjadi Penggerak Ekonomi Keluarga

“Saya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo yang telah membuat program MBG ini karena sangat bermanfaat bagi kami yang ekonominya lemah,” katanya.

Kesempatan kerja bagi Emi bermula dari proses pendaftaran seperti pelamar pada umumnya. Keluarganya melengkapi sejumlah persyaratan administrasi seperti surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) dan dokumen lain yang diminta.

“Saya mencoba saja. Kalau memang Emi bisa ya dilanjutkan, kalau tidak mampu juga tidak apa-apa. Ternyata dia mampu bekerja di sini,” ujar sang ibu.

Bagi Emi, lingkungan kerja yang ramah menjadi salah satu alasan ia merasa betah bekerja di dapur MBG tersebut. Saat ditanya apakah ia senang bekerja di sana, Emi mengaku bahagia karena memiliki banyak teman yang baik.

Penghasilan yang diterimanya juga sebagian ditabung dan digunakan untuk kebutuhan pribadi serta membantu keluarganya.

Baca juga : Dirut Jasa Marga Turun Langsung Bantu Korban Kecelakaan Di Tol Dalam Kota

“Untuk ditabung, sebagian juga untuk keperluan sendiri dan membantu adiknya,” kata ibunya menjelaskan.

Di akhir percakapan, Emi juga menyampaikan pesan apabila suatu saat dapat bertemu langsung dengan Presiden Prabowo.

“Terima kasih Bapak Presiden Prabowo yang sudah menciptakan program MBG untuk kesejahteraan masyarakat dan anak-anak sekolah,” ujarnya.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.