Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) Sandri Rumanama menilai, kemunculan isu makar pelengseran Presiden Prabowo Subianto di media sosial (Medsos) merupakan narasi yang sengaja dibangun.
Tujuannya membentuk opini kebencian dan memicu instabilitas nasional menjelang pertengahan 2026.
Menurut Sandri, penyebaran isu tersebut terkesan memiliki pola sistematis yang melibatkan sebagian aktivis, mahasiswa hingga organisasi non-pemerintah (NGO) untuk menciptakan kondisi yang berpotensi memicu kekacauan politik.
Baca juga : BMKG: Gempa M2,6 Purwakarta Dipicu Aktivitas Sesar Aktif
“Aktivis, mahasiswa, dan sejumlah NGO seolah melakukan cipta kondisi untuk memicu kekacauan. Upaya mendelegitimasi pemerintah yang sah merupakan tindakan inkonstitusional dan akan kami lawan,” kata Sandri kepada wartawan di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Ia menegaskan seluruh elemen bangsa seharusnya bersatu dan memberikan dukungan kepada pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan nasional maupun global yang semakin kompleks.
Menurutnya, Pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah bekerja keras menjalankan berbagai agenda strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Baca juga : DPR Sebut Wisata Sejarah Di Lombok Punya Potensi Pariwisata
Sandri juga menilai pemerintah terus berupaya menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat. Termasuk dalam menjaga ketahanan pangan, memperkuat investasi, serta mendorong pembangunan di berbagai sektor strategis.
“Presiden sedang bekerja menghadapi berbagai persoalan dan dinamika politik global yang sangat dinamis. Seharusnya kita memberikan dukungan penuh, bukan justru menciptakan kegaduhan politik yang pada akhirnya akan merugikan rakyat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sandri mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk tetap menjaga nalar kritis namun tetap mengedepankan semangat persatuan dan kontribusi positif bagi bangsa.
Baca juga : KPK Pamerkan Duit Rp 883 Miliar dari Kasus Korupsi Investasi Fiktif Taspen
Dia bilang, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang dapat memberikan gagasan konstruktif bagi pembangunan nasional, bukan terjebak dalam narasi provokatif yang berpotensi memecah belah masyarakat.
“Mahasiswa harus menjadi kekuatan moral dan intelektual yang mendorong kemajuan bangsa. Kritik tentu penting dalam demokrasi, tetapi harus disampaikan secara konstruktif dan tetap menjaga stabilitas serta persatuan nasional,” tegasnya.
Dia pun berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga situasi kondusif agar pemerintah dapat fokus menjalankan agenda pembangunan dan menghadapi berbagai tantangan global demi kepentingan rakyat Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya