Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Teguhkan Warisan KH. Noer Alie, Attaqwa-UMJ Perkuat Kolaborasi Pendidikan Umat
Kamis, 9 April 2026 21:29 WIB
Sebelumnya
Attaqwa–UMJ: Dari Jejak Sejarah ke Kolaborasi Masa Depan
Penandatanganan tiga Nota Kesepahaman dan sepuluh Perjanjian Kerjasama antara Perguruan Attaqwa, Ma’had Aly Attaqwa KH. Noer Alie, Institut Attaqwa KH. Noer Alie, dan Universitas Muhammadiyah Jakarta menjadi langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi antarlembaga pendidikan Islam yang telah terjalin sejak 2022 silam.
Kerja sama ini mencakup penguatan Tridharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam bidang pendidikan, kolaborasi diarahkan pada pemberian beasiswa bagi alumni dan guru, pendampingan manajerial sekolah, serta program pertukaran mahasiswa dan dosen.
Baca juga : Penyelesaian Kasus Teror Air Keras Aktivis Diminta Lewat Peradilan Umum
Pada bidang penelitian, kedua pihak akan mengembangkan riset kolaboratif, publikasi ilmiah, serta diseminasi hasil penelitian yang relevan dengan kebutuhan umat.
Sementara itu, dalam bidang pengabdian masyarakat, kerjasama difokuskan pada penguatan kapasitas guru dan sekolah, pendampingan kelembagaan, serta pelaksanaan pelatihan dan workshop secara berkelanjutan.
Bagi Perguruan Attaqwa, kolaborasi ini bukan sekadar formalitas kelembagaan, tetapi bagian dari strategi membangun sistem pendidikan yang lebih terbuka, kolaboratif, dan berdaya saing, tanpa meninggalkan akar nilai yang menjadi fondasinya.
Belajar dari Muhammadiyah: Menguatkan Sistem, Menjaga Nilai
Baca juga : DPP Sahkan Kepengurusan Baru, PPP Jatim Tancap Gas Perkuat Kaderisasi
Dalam tausiah kebangsaan, Ma’mun Murod menegaskan pentingnya belajar dari pengalaman Muhammadiyah dalam membangun sistem pendidikan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Menurutnya, kekuatan Muhammadiyah terletak pada kemampuannya menjadikan pendidikan sebagai sistem yang hidup—yang tidak hanya berkembang secara kuantitatif, tetapi juga kokoh secara kelembagaan dan konsisten secara nilai.
Pandangan ini sejalan dengan arah pengembangan Perguruan Attaqwa yang saat ini mengelola ratusan satuan pendidikan dari berbagai jenjang.
Dengan jumlah 172 satuan pendidikan, 6 pondok pesantren, dan 2 perguruan tinggi, Attaqwa menghadapi tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat institusionalisasi pendidikan agar mampu tumbuh secara berkelanjutan.
Baca juga : Truk Logistik Padati Pelabuhan Ketapang,ASDP Perkuat Kolaborasi Stakeholder
Keterkaitan historis antara Attaqwa dan Muhammadiyah melalui figur KH. Noer Alie menjadi landasan penting dalam membangun kolaborasi yang lebih mendalam. Nilai bahwa amal usaha pendidikan adalah milik umat juga menjadi prinsip bersama yang memperkuat komitmen kedua lembaga dalam membangun pendidikan yang berdampak luas.
Halalbihalal ini menjadi momentum bagi Perguruan Attaqwa untuk tidak hanya mempererat ukhuwah, tetapi juga meneguhkan arah gerak pendidikan ke depan. Pimpinan Perguruan Attaqwa, KH. Irfan Mas’ud, menekankan bahwa seluruh kerjasama yang telah dibangun harus ditindaklanjuti dalam bentuk program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi umat.
Dengan berpijak pada warisan KH. Noer Alie dan diperkuat melalui kolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta, Perguruan Attaqwa meneguhkan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membimbing, membentuk, dan mengabdi.
Seperti yang ditandaskan oleh Pimpinan Perguruan, tujuan utamanya adalah dari Attaqwa untuk umat, dari pendidikan untuk peradaban.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya