Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Berkat Sekolah Rakyat, Syifa Hidupkan Lagi Impian Kerja di Pertambangan
Jumat, 17 April 2026 21:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Melanjutkan pendidikan sempat tidak pernah terlintas di benak Syifa Syafitri, remaja putri asal Desa Kayu Lawang, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Sebab, dua tahun silam, ia terpaksa putus sekolah di kelas VIII SMP akibat keterbatasan ekonomi.
Ia mengatakan, penghasilan kedua orang tuanya tidak cukup untuk membawanya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Ayahnya bekerja sebagai pemulung, sementara sang ibu berjualan pakaian bekas.
Syifa pun mengikhlaskan kondisi tersebut. Di saat yang sama, ia juga terpaksa mengubur dalam-dalam impiannya untuk bekerja di sektor pertambangan, yang merupakan cita-citanya sejak dulu.
"Saya putus sekolah di tahun ajaran 2024, di kelas VIII menuju semester II akhir karena ekonomi keluarga saya," jelas Syifa, seperti keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Jumat (17/4/2026).
Baca juga : Sekolah Rakyat Buka Jalan Mimpi Anak Ojol Jadi Data Analyst
Setelah tidak melanjutkan pendidikan, Syifa mengabdikan waktunya untuk keluarga. Sebagai anak sulung dari lima bersaudara, ia merasa bertanggung jawab mengurus adik-adiknya serta membantu sang ibu memilih dan mencuci pakaian bekas untuk dijual.
"Pas jualan baju juga sama ibu, berdua terus," tuturnya.
Namun kini, Syifa kembali memiliki harapan untuk meraih cita-citanya. Berkat program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto, ia dapat melanjutkan pendidikan kelas VIII di SR SMP 78 Sragen secara gratis.
Ia pun senang, bukan hanya karena bisa kembali bersekolah, tetapi juga karena mendapatkan fasilitas pendidikan yang memadai. Selama bersekolah di Sekolah Rakyat, ia memperoleh fasilitas makan gratis tiga kali sehari, kudapan gratis dua kali sehari, asrama gratis, serta satu unit laptop dan ponsel pintar.
Baca juga : Dari Mulung ke Sekolah Rakyat, Fikri Temukan Lagi Senyum dan Harapan
"Seragam dan baju tidur serta baju untuk di asrama juga dikasih dari Sekolah Rakyat tanpa dipungut sepeser biaya apa pun," jelas dia.
Syifa juga senang bersekolah di SR SMP 78 Sragen karena dibekali kegiatan ekstrakurikuler di bidang olahraga, kesenian, serta bahasa. Selain itu, ia juga belajar kemandirian dan kedisiplinan selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
"Jadi kalau bangun subuh itu sudah nggak dibangunin lagi dari wali asuh dan wali asrama, tapi diri kita sendiri. Terus juga kita cuci baju sendiri," tambahnya.
Atas kesempatan pendidikan dan fasilitas tersebut, ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo karena telah memberinya kesempatan untuk melanjutkan cita-cita yang sempat tertunda. Sebagai bentuk apresiasi, ia pun memanjatkan doa tulus kepada Prabowo.
Baca juga : KSP Verifikasi Proyek Sekolah Rakyat Di Yogya Dan Pati, Progresnya Positif
"Semoga Bapak Prabowo, Bapak Gibran, dan Bapak/Ibu yang ada di belakang Sekolah Rakyat bisa sehat selalu, panjang umurnya, rezekinya dilancarkan," tutup dia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya