Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Heran Dengan Isu Yang Berkembang
Dasco: Tak Ada Merger Antara Gerindra Dan NasDem
Rabu, 22 April 2026 06:40 WIB
Sebelumnya
“Kritik harus dilihat sebagai bagian dari upaya membangun, bukan justru melemahkan. Kritik itu penting untuk membangun semangat dan autokritik dalam kehidupan berbangsa,” tegasnya.
Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa menyebut, wacana merger hanya sebatas ide yang belum pernah dibahas dalam internal partai. Dia mengatakan, wacana seperti itu merupakan hal yang wajar dalam dinamika politik.
“Sebagai ide atau wacana, itu hal yang biasa. Tapi untuk mewujudkannya, banyak hal yang harus dipikirkan, didiskusikan, dan direncanakan,” kata Wakil Ketua DPR ini, di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (13/4/2026).
Baca juga : PLN Dan Perusahaan Tambang Teken Jual Beli Listrik Bersih
Pengamat politik dari Citra Institute Efriza menganalisa, isu merger NasDem dengan Gerindra mencerminkan kondisi internal Partai NasDem yang tidak sepenuhnya stabil. Dia menduga, partai pimpinan Surya Paloh itu dalam posisi sulit pasca-Pemilu 2024.
“NasDem ini seolah sedang digembosi, termasuk oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ditambah lagi, mereka tidak mendapatkan posisi signifikan di pemerintahan, sehingga kondisi internalnya cenderung goyah,” kata Efriza, kepada Rakyat Merdeka, Selasa (21/04/2026).
Menurut Efriza, isu merger menggambarkan strategi NasDem dalam membangun aliansi politik dengan membuka komunikasi dengan Partai Gerindra. Termasuk, mengamankan posisi jika ambang batas parlemen (parliamentary threshold) berubah, bahkan naik 8 persen seperti usulan NasDem.
Baca juga : PKS Bantah Ada Konflik Internal, Pergantian Ketua DPRD Jakarta Cuma Rotasi Biasa
"Ini juga bisa dilihat, NasDem sedang mencari bentuk baru dalam peta koalisi nasional," ujarnya.
Efriza menyinggung sikap sejumlah partai seperti Partai Golkar dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang bakal mencapreskan Prabowo Subianto. Dinamika politik juga dipengaruhi oleh posisi Jokowi yang mendorong Gibran Rakabuming Raka untuk dua periode.
Dalam konteks itu, kata dia, NasDem ingin mengambil peran lebih besar dengan mendekat ke Gerindra, bahkan mencoba "mengikat" seperti yang dilakukan terhadap Jokowi pada Pilpres 2014. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya