Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Keren, Adam Alis Bisa Bersaing Bareng Cristiano Ronaldo
- Eriksen Kembali Kolaps, Laga Denmark Vs Ukraina Dihentikan
- Gempa M7,7 Guncang Mindanao Filipina, Tsunami Kecil Terdeteksi di Sulut & Malut
- Dramatis! Garuda Muda Lolos ke Semifinal ASEAN U-19 2026
- Raymond/Joaquin Buka Harapan Baru Regenerasi Bulu Tangkis RI
RM.id Rakyat Merdeka - Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan memfasilitasi pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya. Dia meyakini, langkah ini akan menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah di wilayah Bogor.
Dedie menyatakan, penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pembangunan PSEL merupakan tonggak penting dalam percepatan pengelolaan sampah terpadu. Proyek itu melibatkan kolaborasi lintas daerah dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Pusat.
"Ini langkah strategis. Kami akan memastikan, sampah tak lagi menjadi beban, tapi bisa diolah menjadi energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya, usai menandatangani PKS PSEL dengan Kementerian Lingkungan Hidup (LH) di Ruang Rapat Utama, Gedung Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Baca juga : Dukung Percepatan Pembangunan, DPRD Bogor Selesaikan Masalah Lahan di Sukamakmur
Dedie menjelaskan, pembangunan fasilitas PSEL Bogor Raya akan dilakukan di kawasan Galuga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar). Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada sejumlah pertimbangan, di antaranya menjadi pusat pengolahan sampah regional yang melayani Kota dan Kabupaten Bogor.
"Selain melibatkan Pemkot dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, kerja sama ini juga mendapat dukungan dari berbagai kementerian dan lembaga strategis di sektor energi. Kami optimis, kolaborasi ini bisa menyelesaikan persoalan sampah," terangnya.
Politisi PAN ini menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Bogor dan masyarakat, yang selama ini mendukung proses persiapan proyek tersebut. Menurut Dedie, pembangunan PSEL tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tapi juga memberikan nilai tambah ekonomi melalui konversi sampah menjadi listrik.
Baca juga : Derbi Suramadu Memanas! Madura United Waspadai Kebangkitan Persebaya
"Kita akan membangun masa depan baru. Sampah bukan lagi masalah, tapi menjadi solusi yang menghasilkan energi," tegasnya.
Dedie optimistis, proyek ini akan menjadikan Bogor Raya sebagai salah satu daerah percontohan nasional, terkait pengelolaan sampah modern berbasis teknologi energi. "Insya Allah ini akan menjadi salah satu PSEL pertama, yang bisa menjadi model bagi daerah lain di Indonesia," tandasnya.
Di acara yang sama, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan, keberhasilan PSEL bergantung pada kesiapan daerah dalam melakukan pemilahan sampah sejak dari hulu. Tanpa sistem pemilahan yang baik di tingkat masyarakat, proses pengolahan sampah menjadi energi tak akan berjalan optimal.
Baca juga : ApkasiāIBA Fasilitasi DPRD Banten Tinjau PPID Batam
"Daerah harus serius menyiapkan pemilahan sampah dari hulu secara masif. Ini kunci utama keberhasilan PSEL," ujarnya.
Hanif menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak cukup, untuk menangani persoalan sampah. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat merupakan faktor penentu keberlanjutan proyek tersebut.
"Pemerintah Pusat akan mengawal proyek-proyek PSEL di berbagai daerah, termasuk Bogor Raya, agar berjalan sesuai target dan memberikan dampak nyata. Ke depan, pengelolaan sampah tak lagi bertumpu pada pola konvensional, tapi bertransformasi menuju sistem berkelanjutan yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi," tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya