Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur Maluku Utara (Malut) Sherly Tjoanda menyatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut menempatkan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai program utama pembangunan daerah. Dia menegaskan, pihaknya tak hanya berupaya mendorong lahirnya generasi Malut yang unggul secara akademik, tapi juga berkarakter kuat dan mampu bersaing di tingkat global.
Penegasan itu disampaikan Sherly saat Kick Off Inovasi Pengembangan SDM di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Kota Tidore Kepulauan, Sabtu (2/5/2026). Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (HPN) 2026.
Sherly mengatakan, pembangunan SDM merupakan fondasi utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mempercepat transformasi pembangunan di Malut. Dia menegaskan, kualitas SDM memiliki korelasi kuat dengan tingkat kesejahteraan masyarakat.
Baca juga : Persita Bertekad Akhiri Tren Buruk Saat Hadapi PSIM
"Sebab itu, Pemerintah Daerah menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas strategis, melalui program 'Malut Cerdas'. Kami ingin mencetak SDM yang tak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga memiliki karakter kuat, kepemimpinan, dan daya saing global," ujarnya.
Merealisasikan target tersebut, lanjut Sherly, Pemprov Malut menetapkan SMA Negeri 10 Kota Ternate dan SMA Negeri 5 Tidore Kepulauan, sebagai sekolah percontohan atau pilot project. Dalam program itu, para siswa akan dibekali kompetensi masa depan, seperti kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, wawasan global, serta pendidikan karakter.
"Generasi masa depan Maluku Utara harus siap menjadi pemimpin perubahan. Mereka harus mampu bersaing di level nasional, bahkan internasional, tanpa kehilangan jati diri dan moralitas," tegasnya.
Baca juga : Pelindo Sinergi Lokaseva Berangkatkan Peserta Mudik Bersama 2026
Selain program sekolah unggulan, tambah Sherly, Pemprov Malut juga meluncurkan sejumlah inovasi pendidikan lain. Di antaranya, urai dia, Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), Beasiswa Maluku Utara Bangkit, program Sekolah Kedinasan, seleksi penerimaan murid baru tahun ajaran 2026/2027, serta Lighthouse School Program dan Post Graduate Teacher.
Sherly menilai, program Pendidikan Jarak Jauh menjadi solusi strategis bagi wilayah kepulauan seperti Malut, yang selama ini menghadapi tantangan geografis. “Model pendidikan ini memungkinkan siswa belajar kapan saja, di mana saja, dan dengan siapa saja, melalui dukungan teknologi informasi. Ini solusi efektif untuk mengatasi keterbatasan jarak, waktu, dan biaya," terangnya.
Wakil Gubernur (Wagub) Malut Sarbin Sehe menambahkan, pendidikan harus kembali pada esensinya, sebagai proses memanusiakan manusia melalui ilmu pengetahuan dan kasih sayang. Menurut dia, tema Hardiknas tahun ini, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, mengingatkan bahwa pembangunan pendidikan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Baca juga : DAIKIN Gelar Roda-Roda Ramadan Dengan Menyalurkan 100 Paket Sembako
"Pemprov Malut serius melakukan percepatan pembangunan sektor pendidikan sebagai investasi jangka panjang daerah. Pembangunan SDM unggul adalah kunci menjadikan Maluku Utara maju, makmur, dan bermartabat. Pemerintah hadir dengan kebijakan nyata, bukan sekadar slogan,” tegasnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya