Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Sekretaris Jenderal Brigade Rakyat Nusantara (BRN), Ismarilda, menegaskan bahwa penanganan stunting di Indonesia harus dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan, dimulai dari akar persoalan paling mendasar, yakni pemenuhan gizi ibu hamil.
Menurutnya, kualitas generasi masa depan sangat ditentukan sejak masa kehamilan. Kekurangan gizi pada ibu hamil akan berdampak langsung pada pertumbuhan dan perkembangan janin, yang pada akhirnya meningkatkan risiko stunting pada anak.
“Stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan, tetapi menyangkut kualitas sumber daya manusia bangsa di masa depan. Karena itu, intervensi harus dimulai sejak masa kehamilan, bahkan sejak pra-kehamilan,” tegas Ismarilda.
Baca juga : IIF Salurkan Bantuan Pendidikan dan Laptop untuk Siswa Tunanetra di Jakarta
BRN menilai, percepatan penurunan stunting tidak bisa hanya mengandalkan program pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
Dalam konteks tersebut, kader Posyandu dinilai memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Peran mereka meliputi berinteraksi langsung dengan ibu hamil dan balita, menjadi penghubung antara masyarakat dan tenaga kesehatan, serta memberikan edukasi kesehatan secara berkelanjutan di tingkat komunitas.
Baca juga : Cegah Kecelakaan, Prabowo Perintahkan Pembenahan di 1.800 Perlintasan Sebidang
“Kader Posyandu adalah ujung tombak. Mereka harus diperkuat, diberdayakan, dan didukung secara optimal, baik dari sisi kapasitas, fasilitas, maupun kebijakan,” lanjutnya.
BRN juga mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, hingga dunia usaha.
Kolaborasi ini penting untuk memastikan ketersediaan akses terhadap makanan bergizi, edukasi kesehatan yang masif dan berkelanjutan, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin dan terintegrasi.
Baca juga : BNI Berdayakan 430 Perempuan NTT Lewat Program Anyaman Lontar
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, BRN akan terus berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan sosial, edukasi gizi, serta penguatan kapasitas kader Posyandu di berbagai daerah.
“Jika kita serius memperbaiki gizi ibu hamil dan memperkuat peran kader Posyandu, maka kita sedang menyelamatkan masa depan bangsa. Generasi yang sehat, cerdas, dan produktif adalah fondasi menuju Indonesia maju,” tutup Ismarilda.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya