Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Jemaah diminta membatasi aktivitas yang tidak mendesak, terutama pada siang hari, memperbanyak konsumsi air putih, menjaga pola makan, dan memaksimalkan waktu istirahat. “Puncak haji adalah fase ibadah yang sangat membutuhkan stamina. Jangan sampai tenaga habis sebelum waktunya. Utamakan ibadah wajib, kurangi aktivitas yang menguras fisik, dan segera laporkan jika mengalami gangguan kesehatan sekecil apa pun,” ujar Ichsan.
Perhatian khusus juga diberikan kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan jemaah dengan penyakit penyerta atau komorbid. Mereka diminta selalu didampingi serta aktif berkoordinasi dengan petugas kesehatan.
Menurut Ichsan, layanan kesehatan disiagakan selama 24 jam untuk membantu jemaah. Namun, keberhasilan menjaga kesehatan tetap sangat bergantung pada kedisiplinan masing-masing jemaah.
Baca juga : Lima Perkembangan Terbaru Hantavirus
“Hingga saat ini masih ada 67 jemaah yang menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi. Karena itu, jangan menunda melapor apabila merasa kurang sehat,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Kemenhaj juga mengingatkan jemaah gelombang kedua yang masuk melalui Jeddah agar sudah mengenakan kain ihram sejak dari embarkasi. Hal itu karena pengambilan miqat dilakukan dalam perjalanan menuju Arab Saudi sebelum jemaah bergerak ke Makkah.
"Kepatuhan kecil seperti mengenakan ihram sesuai ketentuan adalah bagian dari disiplin ibadah. Kami berharap seluruh jemaah mengikuti arahan petugas agar seluruh rangkaian ibadah berjalan sah, tertib, dan nyaman,” ujar Ichsan.
Baca juga : Perkuat Perlindungan HKI, Shopee Hapus 100 Persen Buku Bajakan dari Platform
Kemenhaj juga menyampaikan duka cita atas wafatnya tiga jemaah Indonesia pada Sabtu (9/5/2026), yakni Rodiyah Wayan dari kloter SOC 3, Kamariah Dul Tayib dari kloter SUB 8, dan Nursidah Sinrang Sijarra dari kloter UPG 5.
Dengan tambahan tersebut, jumlah jemaah Indonesia yang wafat di Arab Saudi hingga kini mencapai 23 orang. “Kami mendoakan seluruh jemaah yang wafat mendapatkan husnul khatimah dan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi kekuatan dan ketabahan,” tutur Ichsan.
Menutup keterangannya, Ichaan mengajak seluruh jemaah menjaga semangat ibadah dengan tetap mengedepankan keselamatan, ketertiban, dan kepatuhan terhadap aturan.
Baca juga : Kemenkop Perkuat Transformasi Pertambangan Berbasis Koperasi di NTB
“Haji bukan hanya soal sampai di Tanah Suci, tetapi bagaimana ibadah ini dijalankan dengan tertib, aman, dan bermartabat. Mari menjaga niat, menjaga kesehatan, dan bersiap menyambut puncak haji dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya