Dark/Light Mode

Cek Proyek Bareng, Pramono Sebut Wapres Gibran Terkesan MRT Fase 2A Digarap Pekerja Lokal

Selasa, 12 Mei 2026 12:24 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan keterangan pers usai bersama Wapres Gibran Rakabuming Raka meninjau progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A di kawasan Harmoni, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Foto: Fatimah Az Zahra/RM.ID
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan keterangan pers usai bersama Wapres Gibran Rakabuming Raka meninjau progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A di kawasan Harmoni, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Foto: Fatimah Az Zahra/RM.ID

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A, Selasa (12/5/2026). Dalam kunjungan itu, Gibran disebut puas melihat perkembangan proyek strategis nasional tersebut.

Peninjauan dilakukan di sejumlah titik proyek MRT Utara-Selatan. Mulai dari kawasan Sawah Besar hingga Harmoni dan Duta Merlin. Menteri Perhubungan serta jajaran manajemen MRT Jakarta turut hadir dalam agenda tersebut.

“Pagi ini saya mendampingi Bapak Wakil Presiden dan juga hadir Bapak Menteri Perhubungan untuk mengecek progres fase 2A MRT Utara-Selatan. Tadi kita turun di Sawah Besar, kemudian ke Harmoni ke Duta Merlin,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Menurut Pramono, progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A saat ini sudah mencapai 59,7 persen. Pemerintah menargetkan commissioning dimulai pada pertengahan 2027, sebelum operasional bertahap hingga kawasan Harmoni dilakukan paling lambat akhir tahun 2027.

Baca juga : Menuju 70 Tahun Hubungan RI-Laos, Wapres Gibran Bahas Tiga Fokus Kerja Sama

“Kalau dilihat secara keseluruhan progresnya sekarang ini sudah 59,7 persen. Mulai 2027 pertengahan kita akan commissioning, kemudian operasi sampai dengan Harmoni dilakukan paling lama akhir 2027,” ujarnya.

Pramono mengatakan, pembangunan jalur MRT hingga kawasan Kota Tua ditargetkan selesai pada akhir 2029. Dengan begitu, jalur utama MRT Utara-Selatan sepanjang 22,2 kilometer dapat tersambung sepenuhnya.

Selain MRT Utara-Selatan, Pemprov DKI juga terus mempersiapkan pembangunan MRT Timur-Barat. Saat ini proses pembebasan lahan, penetapan trase hingga titik stasiun masih berlangsung.

“Dan mudah-mudahan kalau ini berjalan lancar segmen pertama mudah-mudahan di tahun 2030 bisa kita nikmati untuk Barat-Timur,” katanya.

Baca juga : WFH Perdana, KPK Pastikan Pemeriksaan Saksi Tetap Berjalan

Dalam peninjauan tersebut, Pramono juga menjelaskan tantangan pembangunan stasiun di kawasan Sawah Besar dan Mangga Besar. Menurutnya, kedua stasiun itu menjadi titik terdalam dalam proyek MRT Fase 2A.

“Karena yang ada di Sawah Besar dan Mangga Besar itu adalah stasiunnya terdalam, kurang lebih 28 meter ke dalam. Tentunya pekerjaan konstruksinya dibandingkan dengan daerah lain lebih banyak,” ungkapnya.

Pramono menyebut salah satu hal yang membuat Gibran senang adalah keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proyek tersebut. Sebanyak 3.800 pekerja yang terlibat seluruhnya merupakan tenaga kerja Indonesia.

“Semua sekali lagi dikerjakan oleh putra-putri Indonesia. Ini menunjukkan bahwa kita memang mampu untuk itu,” katanya.

Baca juga : Federico Barba Sebut Borneo FC Lebih Tertekan Hadapi Persib

Ia menambahkan, secara keseluruhan Gibran mengapresiasi perkembangan proyek MRT Jakarta Fase 2A. Terutama melihat progres pembangunan terowongan yang dinilai rapi dan berjalan baik.

“Beliau menyampaikan rasa gembira dan puas karena beliau juga sudah pernah melihat sebelumnya. Progresnya cukup bagus dan apalagi terowongannya cukup rapi,” tutup Pramono.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.