Dark/Light Mode

Menuju 70 Tahun Hubungan RI-Laos, Wapres Gibran Bahas Tiga Fokus Kerja Sama

Selasa, 5 Mei 2026 20:02 WIB
Wakil Presiden Gibran Rakabuming menerima Wakil PM Laos Thongsavan Phomvihane di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Dok. Setwapres
Wakil Presiden Gibran Rakabuming menerima Wakil PM Laos Thongsavan Phomvihane di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Dok. Setwapres

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memperkuat kemitraan strategis dengan Laos menjelang 70 tahun hubungan diplomatik pada 2027. Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan Wakil Perdana Menteri Laos Thongsavan Phomvihane membahas tiga fokus kerja sama, yakni ekonomi, keamanan, dan politik.

Pertemuan berlangsung di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Wakil Menteri Luar Negeri M Anis Matta mengatakan, ketiga bidang tersebut menjadi prioritas dalam penguatan hubungan bilateral.

“Bapak Wakil Presiden bersama Yang Mulia Thongsavan Phomvihane membahas tiga tema kerja sama bilateral. Yang pertama ekonomi, kedua keamanan, dan ketiga politik,” ujar Anis usai pertemuan.

Di bidang keamanan, kedua negara menyoroti pentingnya kerja sama menghadapi kejahatan lintas negara. Salah satu isu yang dibahas adalah kasus penipuan daring atau scam yang melibatkan warga negara Indonesia di kawasan.

Baca juga : PSM Andalkan Dukungan Suporter, Waspadai Transisi Bhayangkara

“Kerja sama keamanan ini penting, terutama terkait jaringan kejahatan internasional. Secara spesifik berhubungan dengan isu scam,” kata Anis.

Menurutnya, penguatan kerja sama intelijen dan keamanan diperlukan untuk melindungi warga negara sekaligus menekan kejahatan lintas batas.

Sementara di sektor ekonomi, pembahasan difokuskan pada dukungan terhadap agenda ketahanan pangan. Pemerintah mendorong investasi di Laos sebagai bagian dari strategi memperkuat pasokan bahan baku pupuk.

“Investasi yang direncanakan di Laos berhubungan dengan agenda prioritas pemerintah yaitu ketahanan pangan,” ujarnya.

Baca juga : Santri Tremas Didorong Kuasai AI, Wapres Gibran: Jangan Jadi Penonton

Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN Aminuddin Ma’ruf menambahkan, Wapres meminta agar peluang kerja sama di sektor pupuk segera dijajaki. Termasuk melalui penguatan hilirisasi industri.

“Wapres meminta kami menjajaki peluang investasi di bidang pupuk untuk memperkuat ketahanan pangan, tidak hanya nasional, tetapi juga kawasan Asia Tenggara,” kata Aminuddin.

Selain pupuk, kedua negara juga membuka peluang kerja sama di sektor pertambangan. Pembahasan ini menjadi bagian dari upaya memperluas kemitraan ekonomi.

Aminuddin menyebut, pertemuan ini merupakan tahap awal. Pemerintah akan menindaklanjuti dengan pembahasan teknis lintas kementerian dan BUMN.

Baca juga : Siapkan Hunian Vertikal, BTN Salurkan KPP Rp 2,17 T Hingga Jajaki Kerja Sama Dengan KAI

“Ke depan akan ada pertemuan lanjutan dengan melibatkan BUMN-BUMN terkait,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Wapres didampingi Wamenlu M Anis Matta, Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Santo Darmosumarto, serta Plt Sekretaris Wapres Al Muktabar.

Sementara delegasi Laos turut dihadiri Duta Besar Laos untuk Indonesia Khamfeuang Phanthaxay, Dirjen ASEAN Sengdavanh Vongxay, dan Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Bounthanongsack Chanthalath.

Pemerintah berharap penguatan kerja sama ini dapat mempererat hubungan bilateral sekaligus mendorong stabilitas dan pertumbuhan di kawasan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.