Dark/Light Mode

Kakorlantas Tekankan Pentingnya Implementasi Zero Over Dimension & Overload 2027

Rabu, 20 Mei 2026 11:54 WIB
Foto: Korlantas Polri.
Foto: Korlantas Polri.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Agus Suryonugroho menghadiri Musyawarah Nasional III Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia, Rabu (20/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, Kakorlantas menyoroti sejumlah isu strategis terkait keselamatan lalu lintas dan logistik nasional.

Dalam sambutannya, Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa kehadirannya mewakili Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk membahas berbagai tantangan keselamatan transportasi di Indonesia.

“Saya, Kakorlantas Polri, mewakili Bapak Kapolri. Tentunya ada beberapa hal yang perlu kami sampaikan berkaitan dengan isu-isu strategis di bidang keselamatan,” ujar Agus. 

Ia menjelaskan, terdapat lima pilar utama yang menjadi perhatian dalam mewujudkan keselamatan lalu lintas, termasuk di sektor logistik dan transportasi barang.

“Ada lima pilar yang harus saya ingatkan berkaitan dengan keselamatan, apakah nanti juga berkaitan dengan keselamatan logistik dan lain sebagainya,” tambahnya.

Pilar pertama adalah manajemen keselamatan jalan. Menurut Agus, negara harus hadir melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga untuk menjamin keamanan dan ketertiban lalu lintas.

Baca juga : Kakorlantas Pastikan Polantas Siaga Saat Libur Long Weekend

“Pertama, manajemen keselamatan jalan. Tentunya kolaborasi negara harus hadir memastikan bahwa mewujudkan lalu lintas yang aman, selamat, tertib, dan lancar itu harus dijamin oleh negara,” jelasnya.

Selain itu, Agus menyoroti persoalan kendaraan over dimension dan overload yang saat ini menjadi perhatian pemerintah. Ia menegaskan bahwa pemerintah telah menyusun blueprint menuju target Zero Over Dimension dan Overload pada 2027.

“Over Dimension dan Overload, negara sudah membuat blueprint dari Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum. Tahun 2027 sudah harus Zero Over Dimension dan Overload,” tegasnya.

Pilar kedua berkaitan dengan jalan yang berkeselamatan. Menurutnya, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan harus mengedepankan aspek keselamatan pengguna jalan.

“Kedua, jalan yang berkeselamatan. Dari Kementerian PU, tentunya negara harus hadir untuk memastikan bahwa keselamatan itu yang paling utama,” ujarnya.

Pada pilar ketiga, Agus menyoroti pentingnya kendaraan yang memenuhi standar keselamatan. Ia juga membedakan antara pelanggaran overload dan tindak pidana over dimension.

Baca juga : Kakorlantas Tekankan Polantas Humanis, Jaga Citra Positif

“Ketiga, kendaraan yang berkeselamatan. Yang paling penting substansinya adalah ketika kita bicara over dimension, itu adalah kejahatan lalu lintas. Ketika kita bicara overload, itu adalah pelanggaran lalu lintas,” ungkapnya.

Pilar keempat adalah keselamatan pengemudi yang menjadi tanggung jawab Polri.

“Keempat, pengemudi yang berkeselamatan. Polri yang bertanggung jawab,” katanya.

Sedangkan pilar kelima adalah penanganan pascakecelakaan (post-crash), yang menurutnya telah berjalan secara maksimal.

“Kelima, post-crash atau penanganan kecelakaan lalu lintas. Tentunya penanganan kecelakaan lalu lintas ini sudah kita laksanakan semuanya,” jelas Agus.

Dalam forum tersebut, Agus juga meminta dukungan seluruh pihak terkait implementasi kebijakan Zero Over Dimension dan Overload yang akan mulai ditegakkan secara tegas pada 1 Januari 2027.

Baca juga : Wali Kota Pekalongan Komit Jaga Iklim Investasi Tetap Sehat & Kondusif

“Isu strategis tentang Indonesia menuju Zero Over Dimension dan Overload di 2027, tentunya ini kami minta dukungan. Tanggal 1 Januari 2027 sudah ada rencana penegakan hukum yang tegas,” ujarnya.

Selain itu, Polri terus mengoptimalkan transformasi digital dalam penegakan hukum lalu lintas melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

“Kami telah menghadirkan transformasi digital penegakan hukum ETLE. Kaitannya dengan penegakan hukum di jalan, ini harus terus kami optimalisasi,” pungkas Agus.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.